LIBUR AKHIR TAHUN : Ada Festival Lampion di Kaliurang

Sunartono
Sunartono Jum'at, 27 Desember 2013 18:49 WIB
LIBUR AKHIR TAHUN : Ada Festival Lampion di Kaliurang

Para pengunjung menyalakan dan menerbangkan lampion dalam acara Laksita Teja Kirana, Purnama Hamengku Boko di pelataran Candi Boko, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DI. Yogyakarta, Kamis (22/08/2013) malam. Pagelaran tersebut menutup pementasan beragam kesenian tradisi dalam upaya pelestarian pementasan tarian klasik gaya Yogyakarta dan kesenian lain di bawah sinar bulan purnama

Harianjogja.com, SLEMAN - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sleman menargetkan 15.000 wisatawan berkunjung di sejumlah area wisata dalam perayaan tahun baru 2014.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman Laksmi Dewi Tri Astika Putri menjelaskan tujuan pelaksanaan kegiatan tahun baru yakni meningkatkan jumlah kunjungan pada sejumlah objek wisata di Kabupaten Sleman.

Pihaknya menargetkan 15.000 wisatawan akan memenuhi obyek wisata unggulan di Kabupaten Sleman, di antaranya Kawasan Wisata Kaliurang seperti Tlogo Putri, Panggung Gembira, Museum Ullen Sentalu, Volcano Tour, Museum Gunung Merapi. Kemudian Komplek Candi Prambanan - Boko serta sejumlah desa wisata dan berbagai industri kreatif.

"Target kami bisa meningkat dari tahun 2012 lalu yang mencapai 10.000 wisatawan baik domestik maupun mancanegara," terangnya dalam rilis yang kirim kepada Harianjogja.com, Jumat (27/12/2013).

Ia optimis kawasan wisata Kaliurang dapat menyerap lebih banyak wisatawan dengan menyuguhkan berbagai atraksi kebudayaan. Perayaan itu akan dimulai Jumat (27/12/2013) dengan penyelenggaraan Festival Lampion yang diikuti oleh 16 kelompok masyarakat Kaliurang.

Konkretnya lampion itu akan dipajang di sepanjang jalan utama Kaliurang mulai dari pintu gerbang utama hingga kawasan Tlogoputri sampai malam perayaan tahun baru.

"Seluruh pelaku wisata di Kecamatan Cangkringan telah dihimbau untuk turut memasang obor di sepanjang jalan Kaliurang," imbuhnya.

diselenggarakan Kirab Budaya bertema "Obor Merapi Sapit Urang" yang akan diikuti oleh 10 kelompok bergodo. Adapun rute kirab mulai patung udang – patung monyet – taman kanak-kanak – pertigaan beringin – patung elang – finish di Tlogoputri.

Setelah menyaksikan kirab budaya, para pengunjung bisa menikmati berbagai hiburan pentas seni dan pesta kembang api. Sedangkan di panggung barak atau selatan taman kanak-kanak disediakan pentas campur sari dari group Harjo Kaliurang.

Gardu pandang akan menyediakan pentas karawitan/ colekan dari group Garuda Dadali, Sidoagung, Minggir.

"Panggung Tlogoputri akan diisi pentas band orkes melayu dari Murangan, Kronggahan dan Seyegan," kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online