Serangan Monyet Liar di Tepus Gunungkidul Makin Masif, Petani Resah
Serangan monyet ekor panjang di Tepus Gunungkidul makin masif, petani resah dan minta solusi untuk lindungi hasil panen.
Harianjogja.com, JOGJA-Upaya pengentasan kemiskinan di Provinsi DIY masih berjalan lamban. Sebab, angka penurunannya masih relatif kecil, karena pencapaiannya belum genap 2% dalam kurun 2010 sampai 2013.
"Bisakah kita lebih cepat? Kemiskinan membuat banyak aura negatif dalam masyarakat, maka percepepatan kemiskinan harus dilakukan," kata Dosen Ekonomi UGM, Indra Bastian mengkritisi LKPj Gubernur DIY 2013, baru-baru ini.
Dia menjelaskan, pemerintah harus melakukan perubahan serta efektivitas kinerja guna mencapai target untuk menurunkan angka kemiskinan menjadi 10% di 2017 mendatang. Salah satu sasarannya adalah dengan memfokuskan diri untuk perbaikan pelayanan dasar di bidang kesehatan dan pendidikan.
"Perbaikan kualitas pelayanan dasar melalui perencanaan dan evaluasinya akan menjadi bekal dan pondasi kuat bagi percepatan kondisi masyarakat," katanya.
Dia memberikan gambaran, perencanaan terhadap visi dan misi pendidikan DIY, dibutuhkan evaluasi tahunan melalui hasil belajar dan kualitas penyediaan fasilitas pengajaran. Yang tak kalah penting, sambung dia, adanya sinergi antar lembaga pendidikan, akan membuat kapasitas pelayanan dasar di bidang pendidikan menjadi makin berlipat.
"Demikian juga dengan pelayanan kesehatan, pengembangan perencanaan kesehatan yang menekankan pada usaha bersama untuk mengalihkan sebagian besar biaya kuratif ke biaya preventif dan rehabilitatif akan berperan besar dalam pengembangan lingkungan yang sehat," kata dia.
Dia berharap, kedua elemen ini (pendidikan dan kesehatan) menjadi fokus kabupaten-kota di tahun-tahun mendatang. Sehingga, adanya sinergi itu mampu mempercepat proses dalam upaya pengentasan kemiskinan di DIY.
Sebelumnya, sejumlah anggota DPRD yang tergabung dalam panitia khusus (Pansus) Laporan Pertanggungjawaban Gubernur DIY 2013 menyoroti program pengentasan kemiskinan. Pasalnya, target menurunkan angka kemiskinan sebesar 2% di 2013 tak bisa terpenuhi. Karena, dari target tersebut, pemerintah hanya mampu menurunkan angka kemiskinan sebesar 0,81%.
Anggota Pansus Gatot Setya Wibowo mengatakan, program Bansos 2014 senilai Rp46 miliar ternyata tidak mampu mendongkrak agar target penurunan angka kemiskinan yang telah ditentukan bisa terealisasi. "Nyatanya jumlah warga miskin yang berkurang meleset dari target, dan angkanya pun kurang dari 1 persen," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Serangan monyet ekor panjang di Tepus Gunungkidul makin masif, petani resah dan minta solusi untuk lindungi hasil panen.
Harga Biosolar B50 harus kompetitif agar diminati. Pemerintah targetkan hentikan impor solar mulai Juli 2026.
Prabowo ungkap dugaan demo dibayar. KSP Dudung sebut informasi presiden akurat dan berpotensi ditindak secara hukum.
Isu retaknya hubungan Prabowo dan Jokowi mencuat. Pengamat UNS menilai belum ada konflik terbuka jelang Pemilu 2029.
Prabowo bangga gunakan mobil Maung buatan Indonesia. Meski sempat bocor, jadi simbol kemandirian industri otomotif nasional.
SPMB SMP Gunungkidul 2026 buka jalur domisili 29 Juni. Dinas Pendidikan terapkan aturan cegah kecurangan KK tempel.