3 PPPK Gunungkidul Dipecat, Dua Terlibat Perselingkuhan
Tiga PPPK di lingkungan Pemkab Gunungkidul dipecat karena pelanggaran disiplin berat. Dua di antaranya terlibat perselingkuhan hingga hamil.
Kondisi raskin yang tidak layak konsumsi di Desa Kepek Wonosari Gunungkidul (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kepala Padukuhan Ledoksari, Kepek Wonosari Gunungkidul, Suparman mengakui bila adanya raskin tak layak konsumsi seringkali terjadi di wilayah tersebut.
Malahan, sering kali warga di padukuhan itu melaporkan kejadian yang sama. Namun, dikarenakan tak tahu harus melapor kemana, Suparman meminta warga untuk menerima bantuan tersebut.
"Saya tidak tahu mau menggantianya dengan apa? Terpaksa, saya menyuruh warga untuk menerimanya. Ya kalau tidak layak konsumsi, masih bisa digunakan untuk pakan ternak," ungkapnya, Selasa (10/6/2014).
Dia berpendapat, murahnya harga dirasa menjadi penyebab warga enggan melaporkan apabila ada kejanggalan berkaitan kualitas beras yang disalurkan. Akibatnya, warga jadi tidak enak untuk melaporkan hal itu, dan terpaksa menerimanya. Meski, secara kualitas beras tersebut memang tak layak konsumsi.
"Atas kejadian ini, saya jadi paham. Saat ada pembagiannya tidak sesuai dengan apa yang diatur, misalnya kualitas buruk maka bisa dimintakan gantinya," papar Suparman.
Untuk diketahui, di Desa Kepek terdapat 289 kepala keluarga penerima manfaat raskin. Tiap bulannya, warga di 10 padukuhan tersebut mendapatkan jatah beras dari Bulog sejumlah 4,3 ton. Adapun kewajibannya, warga diharuskan mengganti beras tersebut dengan biaya Rp1.600 per kilogram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga PPPK di lingkungan Pemkab Gunungkidul dipecat karena pelanggaran disiplin berat. Dua di antaranya terlibat perselingkuhan hingga hamil.
LBB 2026 Jogja diikuti 3.500 pelajar dari SD hingga SMA. Kegiatan ini menanamkan disiplin, keteraturan, dan cinta Tanah Air.
Profil Destry Damayanti, Gubernur BI 2026-2031, mulai pendidikan, karier sebagai ekonom hingga perjalanan di Bank Indonesia.
Kementerian Koperasi mengusulkan tambahan anggaran Rp4,53 triliun untuk 2027, terutama untuk SDM, usaha, digitalisasi, dan pengawasan.
Ibu di Semin Gunungkidul membuang bayi yang baru dilahirkannya karena takut tak mampu menafkahi. Polisi menemukan petunjuk dari ceceran darah.
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.