PILPRES 2014 : Deklarasi Pemenangan Jokowi-JK di Gunungkidul Mundur

David Kurniawan
David Kurniawan Minggu, 15 Juni 2014 14:30 WIB
PILPRES 2014 : Deklarasi Pemenangan Jokowi-JK di Gunungkidul Mundur

Calon presiden poros politik PDI Perjuangan Joko Widodo alias Jokowi (tengah atas) melambaikan tangannya kepada warga seusai menunaikan ibadah Salat Jumat di Masjid Agung, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (13/6/2014). Joko Widodo mengunjungi sejumlah daerah di Jawa Tengah seperti Purwokerto, Banyumas, Cilacap dan Kebumen untuk berkampanye menggalang dukungan dan suara menghadapi pemungutan suara Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014, 9 Juli mendatang. (JIBI/Solopos/Antara/Widodo S. Jusuf)

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Rencana Deklarasi dan kampanye pemenangan Jokowi-JK, Sabtu (14/6/2014) batal dilaksanakan. Alasannya, kegiataan ini hampir bersamaan dengan apel siaga antar satuan tugas (Satgas) parpol koalisi.

Pasalnya, peserta akan memepersiapkan apel siaga seluruh DIY yang rencananya akan digelar di Lapangan Kridosono, Jogja.

Politisi PDI Perjuangan Gunungkidul, Desiyanti menjelaskan acara deklarasi tidak batal, hanya pelaksanaannya diundur dari jadwal yang ditentukan sejak awal. Namun, menurut dia, pengunduran itu tidak menganggu upaya pemenangan Jokowi-JK di Gunungkidul.

“Kami tetap konsisten dan komitmen untuk memuluskan langkah kedua pasangan untuk maju sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia berikutnya,” katanya, Sabtu (14/6).

Desi beralasan, pengunduran jadwal deklarasi lebih ke masalah teknis saja. Sementara, dari sisi kesiapan, partai koalisi siap menggelar acara tersebut, namun pelaksanaannya hampir bertepatan dengan pelaksanaan apel siaga satgas se-DIY membuat acara pemenangan diundur.

“Tidak masalah, karena secara kesiapan sebenarnya sudah siap. Tapi, berhubung ada kegiatan di provinsi maka kami prioritaskan ikut ke sana dulu,” papar dia.

Dia mengaku tidak tahu pasti, rencana kegiatan apel satgas yang dilaksanakan di Lapangan Kridosono. Namun, dia memperkirakan tidak jauh-jauh dari pelaksanakan pemilihan presiden pada 9 Juli mendatang.

“Tidak tahu persis, tapi kelihatannya lebih pada pengamanan pada saat pelaksanaan pemilihan, mulai dari pencoblosan sampai pengamanan hasil suara,” katanya yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online