Anggaran Dropping Air BPBD Gunungkidul Makin Menipis
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Ilustrasi kebakaran (backgroundpictures.com)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Rumah milik Tumiran, warga Dusun Kwarasan Kulon, Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar ludes dilalap api, Senin (30/7/2014) petang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kebakaran terjadi akibat hubungan pendek arus listrik di rumah korban. Saat kejadian, pemilik rumah tidak berada di lokasi kejadian. Tumiran yang sehari-hari bekerja sebagai kernet truk, sementara istrinya, Indiyanti bekerja pada salah satu tetangganya.
“Saya tidak tahu dari mana asal api itu, tahu-tahu dari rumah korban muncul asap. Saat itu juga, saya langsung meminta tolong kepada warga sekitar,” kata Siswanto, saksi mata kebakaran kepada Harian Jogja, Selasa (1/7/2014).
Menurut dia, seketika itu, warga langsung berkumpul di lokasi kejadian. Namun, besarnya kobaran api membuat usaha warga memadamkan api jadi sia-sia. “Kami berusaha dengan menggunakan peralatan seadanya. Tapi, apa daya kami tak bisa memadamkannya,” ungkapnya.
Api baru bisa dipadamkan saat ada bantuan pemadam kebakaran dari pemerintah kabupaten Gunungkidul. Sayangnya, meski api dapat dipadamkan, seluruh isi rumah milik korban tidak dapat diselamatkan.
“Apinya sangat besar, jadi kami kesulitan untuk menyelamatkan isi rumah,” kata Sumarjono, Kakak kandung Tumiran, di sela-sela membersihkan puing-puing rumah.
Diakui Sumarjono, selain rumah yang terbakar seluruh isinya pun ikut ludes. Mulai dari bahan makanan pokok seperti beras sampai almari ikut terbakar. Malahan, uang simpanan sebesar Rp1,1 juta milik korban tak luput dari lalapan si jago merah.
“Kami sudah berusaha sebisanya, namun apa daya, kami tidak bisa menyelamatkannya,” terang dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Kebun salak seluas 1.500 meter persegi di Sleman terbakar. Damkar menduga api dipicu puntung rokok saat musim kemarau.
Polisi menangkap tiga tersangka karhutla di OKU Timur. Petugas menyita abu, ranting, tanah bekas terbakar dan dua korek api gas.
Bantul menghapus denda PBB-P2 untuk tunggakan 1994-2025. Wajib pajak cukup membayar pokok hingga 31 Desember 2026.
AS memperingatkan China dan negara lain soal sanksi sekunder jika tetap berbisnis dengan Iran melalui kampanye ekonomi terbaru.
Menkomdigi Meutya Hafid menghormati proses hukum kasus internet tak berizin di Mentawai dan mendorong pendekatan pembinaan.