Hindari Politik Uang, Gunungkidul Bakal Lebih Sering Dirazia

David Kurniawan
David Kurniawan Jum'at, 04 Juli 2014 13:40 WIB
Hindari Politik Uang, Gunungkidul Bakal Lebih Sering Dirazia

Ilustrasi razia sepeda motor (JIBI/Solopos/Dok.)

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Jelang pemungutan suara pemilihan presiden dan wakil presiden, Kepolisian Resor Gunungkidul gencar melakukan razia di daerah perbatasan.

Selain untuk operasi cipta kondisi, razia bertujuan, untuk mengantisipasi terjadinya praktik politik uang di wilayah Gunungkidul.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Faried Zulkarnaen mengakui bila pihaknya tidak mau kecolongan lagi. Penemuan uang Rp510 juta sebelum pemilihan legislative lalu dijadikan pengalaman berharga, supaya kejadian tersebut tak terulang di wilayah Gunungkidul, maka polisi terus menggiatkan operasi.

“Razia sudah sering kita lakukan, terutama di daerah-daerah perbatasan,” ungkapnya, Kamis (3/4/2014).

Menurut dia, operasi dilakukan juga untuk mencegah terjadinya hal-hal yang bisa memengaruhi pelaksanaan pilpres, terutama berkaitan dengan serangan fajar untuk memenangkan salah satu pasangan. “Kami antisipasi sejak awal. Adanya razia bisa mengurangi risiko perputaran uang jelang pelaksanaan pilpres,” katanya.

Untuk pengamanan pelaksanaan pilpres, Faried menjelaskan tingkat keamanan disesuaikan dengan kerawanan dan letak geografis tiap tempat pemungutan suara. Di dalam pengamanannya pun tidak jauh saat pelaksanaan pileg beberapa waktu lalu. Yakni, pengamanannya akan melibatkan petugas linmas.

“Kami sudah membuat pemetaan, dan keamanannya disesuaikan dengan apa yang tingkat kerawanan yang ada,” sebut dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online