PILPRES 2014 : Seorang Anggota PPK di Gunungkidul Diduga Tak Netral

David Kurniawan
David Kurniawan Sabtu, 05 Juli 2014 15:20 WIB
PILPRES 2014 : Seorang Anggota PPK di Gunungkidul Diduga Tak Netral

Warga membawa poster bertuliskan “Stop Kampanye Hitam” saat melakukan aksi di arena Car Free Day (CFD) Kota Solo di sepanjang Jl. Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/5/2014). Aksi menolak kampanye hitam itu digelar demi menyikapi maraknya tindakan kampanye hitam menjelang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014. (Septian Ade Mahendra/JIBI/Solopos)

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Playen diindikasikan tidak netral dalam pelaksanaan Pemilihan Presiden.

Anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Gunungkidul Budi Haryanto mengungkapkan Supasdi, anggota PPK Playen itu, menyebarkan puluhan buku berisikan alasan-alasan memilih salah satu pasangan calon presiden, dalam acara pembinaan dan pelantikan pengurus sebuah organisasi kemasyarakatan di Desa Bleberan.

“Kami sudah meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan [Supasdi] dan memiliki bukti-bukti rekaman dan ajakan untuk memilih pasangan capres,” katanya, Jumat (4/7/2014).

Ketidaknetralan Supasdi berdasarkan laporan dari salah seorang warga yang ikut dalam kegiatan pembinaan dan pelantikan di Bleberan.

Budi menilai, apa yang dilakukan Supasdi sudah menyalahi aturan sebagai seorang PPK. Apalagi, dia juga tercatat sebagai pegawai negeri sipil. “Kasus akan diusut sampai tuntas. Salah satunya akan melaporkan masalah ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu,” paparnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online