DPRD Gunungkidul Soroti Proyek Strategis yang Belum Jalan
DPRD Gunungkidul meminta lima proyek strategis senilai Rp17,3 miliar segera dilelang agar pengerjaan tidak molor.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Wacana pembangunan program rumah untuk pengemis dan gelandangan di Desa Girisuko, Kecamatan Panggang terancam batal.
Pertimbangan sarana dan prasarana pendukung yang kurang memadai membuat Pemerintah Daerah DIY menyiapkan alternatif lahan lainnya.
Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukaryadi mengatakan program yang bertajuk Desaku Menanti ini akan terus berlanjut. Hanya, untuk lokasi tempat sedikit berbeda dengan rencana awal akan menggunakan bekas perumahan di kawasan Desa Girusuko, Kecamatan Panggang tidak jadi.
Hanya, sebagai gantinya Pemda DIY telah menyiapkan beberapa lokasi alternatif lain, yakni Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan, bahkan di daerah di Kecamatan Ngawen dan Nglipar.
“Paling penting untuk menumbuhkan semangat calon penghuni adalah ketersediaan sarana penunjang yang memadai. Jadi, sebelum program ini mulai dilakukan di tahun depan, kami juga menyiapkan tempat lain untuk dijadikan lokasi,” katanya, Minggu (13/7/2014).
Menurut dia, lokasi eks perumahan di Girisuko kurang memadai. Ketersediaan sarana dan prasanan juga kurang, mulai dari luas lahan, ketersediaan air bersih, ataupun sarana lainnya. Meski demikian, Untung tidak menutup kemungkinan tempat itu tetap akan digunakan.
“Saat ini ditunda dulu, karena kami mencari lokasi lain yang lebih baik lagi,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta lima proyek strategis senilai Rp17,3 miliar segera dilelang agar pengerjaan tidak molor.
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta mengungkapkan ada tujuh dosen yang diduga terlibat kasus kekerasan se
Turnamen padel internasional FIP Bronze di Jogja diserbu lebih dari 200 peserta dan dorong sport tourism DIY.
Jadwal bola malam ini 22–23 Mei 2026: Arema vs PSIM, final Jepang U-17 vs China, hingga laga Eropa.
Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan tren fesyen modern, kelestarian kain wastra Nusantara justru menemukan napas baru lewat tangan-tangan kreatif
Debut Janice Tjen di Roland Garros langsung berat, menghadapi Emma Navarro di babak awal Grand Slam Paris.