Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Sampah setelah pelaksaaan salat idul fitri di Gunungkidul. (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Seruan panitia Shalat Ied di Alun-alun Wonosari agar membawa kembali bekas-bekas koran usai salat tak diindahkan warga. Kertas-kertas koran terlihat berceceran di lokasi.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, kertas-kertas koran yang dijadikan alas salat ditinggal begitu saja. Di sekitar alun-alun mulai area dalam hingga jalan-jalan dipenuhi koran-koran bekas. Padahal, sebelum salat dimulai panitia sudah memperingatkan agar setelah shalat kertas-kertas tersebut untuk dibawa pulang atau dibuang di tempat sampah. Namun, kenyataannya sehabis salat jemaah langsung meninggalkan lokasi begitu saja.
"Keburu-buru ingin sungkem kepada orang tua. Jadi, kertas koran yang saya bawa ditinggal begitu saja," kata Widi, salah seorang jamaah.
Usai shalat, terlihat beberapa pemulung menggumpulkan kertas-kertas tersebut. Biasanya, kertas-kertas tersebut dikumpulkan lantas dijual ke pengepul barang-barang bekas atau tukang rosok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Studi terbaru ungkap larangan orang tua pada teman anak bisa merusak persahabatan dan berdampak pada emosi.
Bareskrim Polri menggerebek THM New Zone Medan, 34 orang diamankan, sebagian positif narkoba. Kasus masih didalami.
Trump dikabarkan mempertimbangkan serangan baru ke Iran di tengah negosiasi diplomatik dan meningkatnya ketegangan Timur Tengah.
Prabowo menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pangan di tengah gejolak global saat menghadiri panen raya udang di Kebumen.
Mini Museum PSS Sleman hadir di Stadion Maguwoharjo, menyajikan perjalanan 50 tahun Super Elja lewat koleksi bersejarah.