Pencari Kartu Kuning Membludak

David Kurniawan
David Kurniawan Selasa, 05 Agustus 2014 16:20 WIB
Pencari Kartu Kuning Membludak

Espos/Agoes Rudianto KARTU KUNING-Sejumlah warga antre mengurus kartu pencari kerja atau kartu kuning di Kantor Dinas Tenaga Kerja, Jl Slamet Riyadi, Solo, Senin (28/9). Jumlah permintaan kartu kuning mengalami lonjakan terkait rencana pembukaan lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Hari pertama kerja usai libur lebaran, Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja Transmigrasi Gunungkidul dipadati warga pemohon kartu kuning. Permintaan kartu pengantar kerja ini meningkat pesat dibandingkan hari biasanya.

Kepala seksi Penyediaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Kabupaten Gunungkidul, Eko Budiono mengatakan puluhan warga memadati kantor pelayanan untuk mengurus kartu tersebut saat kantor mulai membuka layanan.

"Meningkat drastis, dalam sejam ada sekitar 40 warga yang mengurusnya. Padahal, di hari biasa rata-rata hanya sepuluh yang menguruh kartu itu," katanya kepada Harianjogja.com, Senin (4/8/2014).

Eko menjelaskan peningkatan pengurusan kartu kuning meningkat dibandingkan hari biasa. Hal ini membuktikan, bila antusias warga mencari kerja ke luar daerah juga mengalami peningkatan. Rata-rata yang mengurus kartu adalah lulusan SMA dan sederajat. Biasanya pencari kartu ini dijadikan bekal mencari kerja di luar daerah, seperti Jakarta dan sekitarnya.

Ditambahkannya, antusias warga mencari kerja ke luar daerah dikarenakan ajakan dari saudara atau teman terdekatnya. Momen lebaran, biasanya juga dimanfaatkan beberapa orang untuk mengajak saudara mereka bekerja di luar daerah.

Sementara itu, salah seorang pencari kartu kuning asal Semanu, Irfan mengakui bila tertarik kerja ke luar kota dikarenakan ajakan saudara laki-lakinya yang terlebih dahulu kerja di Jakarta. Dia pun tergiyur dari nasehat orang, bila mencari kerja di Jakarta lebih mudah. Apalagi, dari sisi gaji yang diberikan juga lebih besar, ketimbang gaji yang ditawarkan.

Terpisah, Bupati Gunungkidul Badingah menilai bila ada warga Gunungkidul mencari kerja ke luar daerah merupakan hak pribadi masing-masing. Pemerintah tidak bisa melarangnya, terjadinya arus urbanisasi usai lebaran.

"Itu hak masing-masing orang, dan biasanya mereka pergi ke luar karena bujukan saudara atau tetangga terdekat," ungkapnya.

Badingah pun berharap calon tenaga kerja yang berasal dari Gunungkidul memiliki keahlian khusus, sehingga tidak kalah bersaing dengan calon tenaga kerja dari daerah lain.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online