Jembatan Garuda Dibangun di 9 Titik di Gunungkidul, Ini Lokasinya
Pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul bertambah menjadi sembilan titik. Program ini ditargetkan mencapai 11 jembatan pada 2026.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya tiga siswa Sekolah Menengah Kejuruaan (SMK) Maarif Semanu, Gunungkidul dilarang mengikuti ujian tengah semester karena belum membayar uang sekolah sebesar Rp100.000.
Pelarangan terjadi pada Senin (29/9/2014) lalu. Waktu itu, saat akan mengikuti ujian, ketiga siswa, EI, DN dan NR, diminta seorang
guru menunjukkan kartu ujian. Namun, ketiga murid Kelas XII itu tak dapat menunjukkan kartu ujian. Oleh guru yang bersangkutan, mereka disuruh menghadap kepala sekolah. Dalam pertemuan itu, ketiganya ditanya alasan belum membayar uang sekolah yang diwajibkan ke masing-masing siswa. Kepala sekolah menegur dengan nada tinggi. Kata-katanya pun kurang mengenakan untuk didengar.
“Nek urung mbayar, urung oleh ujian, mulio sik wae [kalau belum bayar, belum diperbolehkan mengikuti ujian. Pulang dulu],” kata EI kepada Harianjogja.com, Kamis (2/10/2014).
Kepala Sekolah SMK Maarif Semanu Purwanto menampik telah melarang ketiga anak didiknya untuk ikut dalam ujian tengah semester.
“Yang benar, kalau belum bayar, silakan pulang dan bawa orangtua ke sini [sekolah],” ujarnya.
Namun, perintah tersebut ditanggapi berbeda ketiga muridnya.
“Padahal saya sudah menunggu mereka di sekolah. Namun, sampai pulang sekolah, ketiga murid dan orangtuannya tak kunjung
datang,” ungkap Purwanto.
Pemanggilan orangtua untuk mengklarifikasi masalah pembayaran uang sekolah. Terlebih lagi, kata Purwanto, ketiga siswa itu mendapatkan uang dari pemerintah dalam bentuk Bantuan Siswa Miskin (BSM) sebesar Rp700.000.
“Tapi kenapa uang Rp100.000 belum dibayarkan,” paparnya.
Purwanto mengaku masalah tersebut sebenarnya telah selesai karena siswa yang bersangkutan dapat mengikuti ujian di hari berikutnya.
Menanggapi hal ini, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul memanggil Kepala SMK Maarif Semanu untuk dimintai klarifikasi. Dalam pertemuan diketahui persoalan ini hanya kesalahpahaman. Sekolah tidak ada niat untuk melarang siswa sekolah. Kasus ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi sekolah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul bertambah menjadi sembilan titik. Program ini ditargetkan mencapai 11 jembatan pada 2026.
Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro hadir dengan desain serba hitam, fitur keselamatan baru, teknologi SHVS, dan dibanderol Rp333,8 juta.
Top Ten News Harianjogja.com 4 Agustus 2026 memuat berita kemarau, pendidikan, bansos beras, KAI, Timnas Indonesia, hingga fenomena langit.
Pakar UGM mengungkap slow jogging dapat mengaktifkan vagus nerve yang membantu menjaga kesehatan mental, menurunkan risiko depresi, dan menyehatkan tubuh.
Gerakan Segoro Rejan resmi dimulai di Kelurahan Wirobrajan. Warga bergotong royong reresik lingkungan setiap Minggu Legi bersama pemerintah dan mahasiswa UMY.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Agustus 2026 lengkap di SIMMADE, MPP, Simenor, dan Satpas beserta biaya perpanjangan SIM.