Gunungkidul Belum Tetapkan Siaga Kekeringan, Ini Alasannya
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
Ilustrasi penyembelihan hewan kurban (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Peternakan Gunungkidul menerjunkan 160 personel untuk memantau pelaksanaan kurban. Petugas yang diterjunkan merupakan kerja sama antara Dinas Peternakan dengan Fakultas Kedokteran Hewan Univeristas Gadjah Mada.
Kepala Dinas Perternakan Gunungkidul Krisna Berlian mengatakan, tugas petugas lapangan tersebut untuk melakukan pemantauan di 35 titik tempat penyembelihan hewan kurban. Selain itu, sebelum hari kurban, tim juga melakukan pemantauan di sejumlah pasar hewan di Gunungkidul.
“Pemantauan sudah dilakukan sejak dua minggu yang lalu. Sebelum terjun ke lapangan, petugas juga dibekali pembekalan tentang kurban,” kata Krisna, Jumat (3/10/2014).
Dia menjelaskan, personel yang diturunkan untuk pemantauan berjumlah 120 orang. Rinciannya, 120 petugas dari Dinas Peternakan. Sedang, sisanya 40 personel berasal dari mahasiswa FKH UGM. Menurut rencana tim akan diterjunkan hingga Hari Tasyrik berakhir.
“Hari Tasyrik dalam kalender Islam itu mulai 11-13 Zulhijah. Biasanya, hari itu berlangsung selama tiga hari setelah pelaksanaan Shalat Idul Adha,” ungkap dia.
Krisna menambahkan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan selama kurban, Dinas Peternakan juga membuka 13 posko siaga. Sedang, untuk kesehatan hewan, dinas juga menyediakan laboratorium untuk mengecek kondisi kesehatan hewan kurban.
“Kalau masih ragu akan kesehatan hewan, silakan ke laboratorium itu. sebab, kami akan memberikan bantuan pengecekan kesehatan,” tegas Krisna.
Menurut dia, hingga saat ini belum ada yang dikhawatirkan, karena situasi dan kondisinya tetap terkendali. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada. Pasalnya, pengalaman di tahun lalu terdapat 69 hewan kurban (sapi) terkena penyakit cacing hati.
“Kalau ada hal-hal yang janggal, silahkan laporkan. Kami siap melakukan pengecekan,” imbuh dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
Oman dan Iran membahas kebebasan navigasi Selat Hormuz di tengah negosiasi Iran-AS dan potensi pelonggaran sanksi minyak.
Pasangan pengantin di Bekasi rugi Rp85,5 juta usai diduga menjadi korban penipuan wedding organizer yang kabur jelang resepsi pernikahan.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
Antrean penyeberangan saat libur Iduladha 2026 diprediksi naik hingga 20%, terutama di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.
Berkendara sepeda motor di jalan raya sangat berbahaya apabila pengendara belum cukup mengetahui ilmu dan teknik berkendara.