Geopark Gunungsewu Gagal Diakui UNESCO, Masih Ada Kesempatan

David Kurniawan
David Kurniawan Jum'at, 10 Oktober 2014 01:20 WIB
Geopark Gunungsewu Gagal Diakui UNESCO, Masih Ada Kesempatan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kegagalan Gunungsewu masuk dalam global geopark network tak membuat pemerintah di tiga kabupaten (Gunungkidul, Pacitan dan Wonogiri) menjadi patah arang.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Supriyadi menambahkan penundaan status geopark internasional bukan sesuatu yang terus diratapi. Sebab, masih ada kesempatan untuk memperbaiki dan mencoba ikut kompetisi tersebut pada tahun depan.

“Kami masih bisa mengajukan diri di tahun depan. Namun, sebelum itu dilakukan, catatan dari UNESCO harus segera diperbaiki,” kata dia, Rabu (8/10/2014).

Dia menilai kegagalan tersebut salah satunya disebabkan kerja sama antar pemerintah masih kurang. Secara kebijakan, sambungnya, pemerintahan di tiga kabupaten sudah memiliki kesamaan visi. Namun, untuk koordinasi antar provinsi dirasa masih butuh peningkatan.

“Catatan miring, salah satunya berasal dari sisi administrasi, terutama kerja sama di tingkat provinsi. Sebenarnya, hubungan di tingkat kabupaten sudah terjalin dengan baik. Tapi, kenyataannya, untuk pengelolaan tetap butuh bantuan dari provinsi,” kata dia.

Lebih jauh dikatakan Supriyadi, untuk perbaikan sarana prasarana pendukung, rencananya akan menggunakan dana keistimewaan.

Hal ini dikarenakan, beberapa waktu lalu, Sri Sultan HB X memperbolehkan dana tersebut digunakan untuk program pembangunan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online