7 Ekor Kambing Warga Tepus Mati Diserang Hewan Misterius
Tujuh kambing warga Tepus, Gunungkidul, mati dengan luka gigitan diduga akibat serangan kawanan hewan liar di tengah kemarau
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Komando Distrik Militer 0730 GK melakukan inspeksi mendadak (sidak) dengan
melakukan tes urin kepada anggotanya. Tujuan kegiatan tersebut untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, Senin (20/10/2014), tes dilakukan secara acak. Usai menjalani upacara, 20 anggota disuruh melakukan tes tersebut. Kontan saja, penunjukkan itu membuat seluruh anggota bertanya-tanya, sebab tes dilakukan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.
Meski demikian, anggota yang terpilih bersedia ikut dalam tes tersebut. Guna memastikan hasil tes, sampel yang ada dibawa ke laboratorium kesehatan di Wonosari. Hasilnya, tidak ada satu pun anggota positif menggunakan narkoba.
Komandan Kodim 0730 GK Letkol Arh Herman Toni mengaku, penyebaran narkoba tak hanya mengancam khalayak umum, anggota TNI juga memiliki potensi yang sama terhadap peredaran barang haram itu.
“Siapa saja bisa dipilih untuk melakukan tes. Waktu pelaksanaan juga tidak ada yang tahu, karena tes dilakukan secara acak dan waktunya insendental,” kata Herman.
Dia menjelaskan, pengambilan sampel urin merupakan bentuk komitmen TNI dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh kambing warga Tepus, Gunungkidul, mati dengan luka gigitan diduga akibat serangan kawanan hewan liar di tengah kemarau
Sebanyak 3.283 warga Surabaya mengeluhkan desil DTSEN. Pemutakhiran data menjadi kunci agar bantuan pemerintah tepat sasaran.
Gunung Anak Krakatau hari ini masih Level III Siaga. Aktivitas tercatat memicu gempa letusan, low frequency, hybrid, dan tremor menerus.
Inter Milan berambisi menjuarai Liga Champions, tetapi Lautaro Martinez menegaskan trofi tersebut bukan obsesi Nerazzurri.
TPA Galuga ditutup sementara pada 8 September untuk mempercepat pemadaman kebakaran dengan dukungan tim damkar dan helikopter TNI AU.
Prabowo meminta laporan lengkap penanganan pascagempa Flores, termasuk pemulihan kebutuhan dasar warga dan keterlibatan TNI-Polri.