Droping Air Gunungkidul Mulai Menipis, BPBD Ajukan 5.000 Tangki
Anggaran droping air di sejumlah kapanewon Gunungkidul mulai menipis. BPBD mengajukan tambahan 5.000 tangki untuk menghadapi kemarau hingga akhir tahun.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Organisasi sosial kemasyarakatan yang tercatat di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gunungkidul mencapai 124 kelompok. Namun, dari jumlah tersebut hanya seperempatnya yang aktif, sementara sisanya dalam kondisi mati suri.
Kepala Seksi Organisasi Sosial Politik dan Ormas Kesbangpol Gunungkidul Arkham Mashudi mengakui, mayoritas ormas atau Lembaga Swadaya Masyarakat pemilik surat keterangan terdaftar (SKT) tak teridentifikasi aktivitas maupun kegiatanya. Sebab, kewajiban melapor ke Kesbangpol selama ini tak pernah dipenuhi.
“Awal-walnya memang sering aktif, namun lama-kelamaan menghilang dengan sendirinya. Kami tidak bosan-bosannya menyuruh LSM atau ormas untuk melaporkan kegiatannya secara berkala, tapi seruan itu hanya dianggap angin lalu,” kata Arkham, Sabtu (15/11/2014).
Dia mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Sebab, dari ratusan ormas yang terdaftar hanya segelintir ormas rutin melakukan pelaporan berkala.
“Jumlahnya hanya sekitar 25 persen dari keseluruhan organisasi yang ada. Sisanya tinggal papan nama atau kantornya saja,” keluh dia.
Kepala Kesbangpol Gunungkidul Wahyu Nugroho mengatakan, pihaknya masih berharap supaya kelompok tersebut secara rutin melaporkan aktivitas kegiatannya.
“Sebenarnya tidak susah, karena laporan berupa struktur kepengurusan organisasi sudah kami terima. Kalau sudah ganti, ya laporkan pergantian itu. Tapi, kenyataannya hal tersebut jarang dilakukan,” kata dia.
Menurut Wahyu, Kesbangpol terus melakukan komunikasi untuk pembinaan, salah satunya dengan menggelar pertemuan secara berkala. Sayangnya, lanjut dia, kelompok yang datang bisa dihitung dengan jari, dan tidak sesuai dengan data yang ada.
Disinggung mengenai pendataan ulang terhadap ormas dan LSM di Gunungkidul, Wahyu mengaku telah melakukan pemograman. Namun, dia belum akan melakukannya dalam waktu dekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran droping air di sejumlah kapanewon Gunungkidul mulai menipis. BPBD mengajukan tambahan 5.000 tangki untuk menghadapi kemarau hingga akhir tahun.
Korban longsor salju di Gunung Mizhirgi, Rusia, bertambah menjadi 13 orang. Empat pendaki masih hilang dalam pencarian di Ngarai Bezengi.
Presiden Prabowo melepas 430 atlet Indonesia dari 35 cabang olahraga untuk berlaga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam mendorong hilirisasi riset melalui keikutsertaan dalam Pameran Inovasi Perguruan Tinggi
Pernikahan di Bantul menurun. Standar media sosial, karier, pendidikan, dan ekonomi membuat anak muda memilih menunda pernikahan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo bersama Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Kampus Wates terus memperluas kolaborasi dalam berbagai bidang.