Jemaah Haji Gunungkidul Tiba di Makkah, Siap Jalani Puncak Ibadah
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Harianjogja.com, JOGJA- Keluhan tentang dana keistimewaan menjadi asiprasi yang banyak disuarakan masyarakat dalam kunjungan kerja Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas.
Pasalnya, keluhan ini tidak hanya diserukan aparat desa di Gunungkidul, sebab di wilayah-wilayah lain juga menyuarakan hal yang sama.
Ratu Keraton Yogyakarta itu berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut ke Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Tak hanya itu, aspirasi-aspirasi lain juga akan ditampung dan akan diperjuangkan sebagai prioritas kebijakan pemerintah ke depannya.
Keluhan tentang danais, salah satunya diserukan Pejabat Sementara Kepala Desa Jatiayu, Karangmojo Marsisno. Menurut dia, alokasi anggaran untuk danais begitu luar biasa. Hanya, anggaran tersebut belum dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat sepenuhnya.
“Masih minim, dan programnya masih berada di Pemerintah Kabupaten,” kata Marsisno, saat melakukan audiensi dengan GKR Hemas di Balai Desa Gedangrejo, Karangmojo, Jumat (12/12/2014).
Dia pun berharap, dana itu nantinya bisa sampai ke bawah. Dampaknya, masyarakat bisa merasakan secara langsung dari keistimewaan Yogyakarta tersebut.
“Kami saat ini belum bisa merasakan manfaat dari dana itu,” ungkap pria yang aslinya menjabat Sekretaris Desa Jatiayu itu.
Menanggapi keluhan tersebut, GKR Hemas mengatakan bila permasalahan itu tak hanya dialami masarakat di Gunungkidul. Sebab, daerah lain juga mengeluhkan hal yang sama.
“Tidak hanya di sini, saat saya melakukan kunjungan ke Sleman, Bantul dan Kulonprogo juga mendapatkan keluhan yang sama. keluhan yang disampaikan berkaitan anggaran, mulai dari penyaluran, penggunaan sampai manfaat dari dana itu,” ungkap dia.
Hemas pun sepakat bila danais tak hanya untuk urusan kebudayaan. Sebab, dana tersebut bisa digunakan kesejahteraan, sehingga rakyat bisa merasakan manfaat dari Keistimewaan Pemerintah DIY.
“Saya sangat setuju, dan akan menyampaian aspirasi ini ke Sultan. Hari ini dilaporkan, nanti malam langsung saya laporkan [kemarin],” seru dia.
Pertemuan dengan masyarakat di Desa Gedangrejo ini merupakan kegiatan reses yang dilakukan Permaisuri Sultan HB X itu. Kegiatan tersebut diisi dengan melakukan audiensi dengan tujuan untuk menyerap aspirasi dari rakyat.
“Aspirasi yang ada akan saya tampung kemudian akan saya perjuangkan,” katanya.
Selain masalah dana kesitimewaan, beberapa aspirasi warga yang disampaikan ke Hemas meliputi beberapa permasalahan, antara lain kepemudaan, kerukunan umat beragama, implementasi Undang-Undang Desa, maupun tentang kurikulum 2013 hingga bahaya minuman keras.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Harga emas Antam turun Rp13.000 jadi Rp2.785.000 per gram hari ini. Cek daftar lengkap harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 terbaru.
Harper Malioboro Yogyakarta donasikan 3 kambing kurban ke dua masjid sekitar. Wujud kepedulian sosial di Iduladha 1447 H.
Pemkot Jogja larang plastik saat Iduladha 2026. Warga diminta pakai besek dan wadah ramah lingkungan untuk kurangi sampah.
Muhammadiyah tegaskan kurban sebagai perekat sosial di Idul Adha 2026. Sebanyak 20 sapi didistribusikan untuk masyarakat membutuhkan.
Program penghapusan denda PBB Sleman hasilkan Rp4,4 miliar, bantu warga dan dongkrak PAD 2026.