15.342 RTLH di Gunungkidul Masih Menunggu Perbaikan
15.342 RTLH di Gunungkidul masih menunggu perbaikan. Tahun 2026, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5,12 miliar untuk 256 rumah.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul menghentikan pengadaan buku ajar senilai Rp5,6 miliar. Hal itu sebagai dampak diberhentikannya Kurikulum 2013 oleh Pemerintah Pusat.
Sekretaris Disdikpora Gunungkidul Bahron Rasyid mengatakan, tidak ada masalah dengan penghentian pengadaan buku itu. Sebab, hingga saat ini proses kontrak dengan rekanan belum dilakukan.
“Tidak masalah, karena surat perjanjian kerja sama hingga saat ini belum dibuat,” kata Bahron saat ditemui di Bangsal Sewokoprojo, Senin (15/12/2014).
Dia menjelaskan, alasan pengadaan buku urung dilakukan karena ada kebijakan pemerintah untuk menghentikan Kurikulum 2013. Meski ditanggapi secara beragam, Disdkipora Gunungkidul memutuskan untuk menghentikan pembuatan buku ajar itu.
“Hingga saat ini yang belum mengadakan hanya Kulonprogo dan Gunungkidul. Sedang untuk tiga kabupaten-kota di wilayah DIY sudah melakukannya,” ulas dia.
Rencananya anggaran pengadaan buku akan kembali diwacanakan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan 2015. Namun, sebelum itu dilakukan, kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan penunjuk pelaksana dan petunjuk teknis baru tentang kurikulum.
“Kami tunggu saja perkembangannya. Kebijakan yang diambil apa pusat, kami siap menjalankannya,” ungkap Bahron.
Lebih jauh dikatakan Bahron, meski telah resmi diberhentikan, sejumlah sekolah tetap menggunakan Kurikulum 2013. Hingga saat ini ada 12 sekolah yang tetap menerapkan kurikulum itu.
“Sekolah yang tetap menerapkan merupakan percontohan penerapan Kurikulum 2013,” sebut dia.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul M Dody Wijaya meminta guru tetap bekerja dengan profesional. Perubahan kurikulum tidak menjadikan para guru bingung.
"Konsekuensi dari perubahan itu, maka kebijakan yang ada juga bisa berubah," ulasnya.
Dia pun meminta, proses pembuatan kurikulum benar-benar diperhatikan. Penghentian Kurikulum 2013 harus dijadikan pembelajaran bersama, sehingga nantinya saat kebijakan diambil harus dilakukan dengan proses yang matang.
“Sebuah kebijakan memiliki dampak yang sangat luas. Jadi, untuk penetapan kurikulum harus benar-benar memperhatikan segala hal, mulai dari tenaga pendidik, siswa maupun dampak dari pelaksanaan kurikulum itu,” tutur politisi PAN itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
15.342 RTLH di Gunungkidul masih menunggu perbaikan. Tahun 2026, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5,12 miliar untuk 256 rumah.
ebanyak 1.005 mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) mengikuti kegiatan Maba
Google investasi US$15 miliar di Finlandia untuk pusat data, energi dan AI. Proyek ini diproyeksikan menciptakan 37.000 lapangan kerja.
Prabowo menginstruksikan pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di Selat Sunda. Sebanyak 11 kapal dikerahkan.
The All-New Mazda 6e Fastback, kendaraan listrik terbaru Mazda yang meraih penghargaan 2026 World Car Design of the Year, diperkenalkan kepada masyarakat
Daftar 10 SMP berprestasi di Jogja berdasarkan data SIMT Puspresnas, dengan capaian prestasi siswa tingkat kabupaten hingga internasional.