Duh, Petani Gunungkidul Sudah Tua

David Kurniawan
David Kurniawan Selasa, 23 Desember 2014 14:05 WIB
Duh, Petani Gunungkidul Sudah Tua

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Sejumlah petani menanam padi di areal persawahan di Kretek, Bantul, DI. Yogyakarta, Kamis (02/01/2014). Badan Pusat Statistik (BPS) DIY menyampaikan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) DIY pada Desember 2013 mencapai angka 103,15 atau mengalami penurunan sebesar 0,57% dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya. Sedang harga gabah kualitas GKP sebesar Rp 4.556 per kilogram di tingkat petani, atau turun 3,71% dari bulan sebelumnya.

PETANI DI GUNUNKIDUL mayoritas sudah tua dan sulit untuk mengajak kaum muda untuk terlibat

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Bupati Gunungkidul Badingah resah karena sebagian besar petani di wilayahnya berusia di atas 40 tahun. Da mengkhawatirkan tidak akan ada proses regenerasi petani.

Padahal, sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto PDRB).

“Dari sisi potensi sangat besar sekali. Namun, itu belum cukup karena faktor itu harusnya bisa mendongkrak kesejahteraan petani,” ungkap Badingah saat memberikan sambutan dalam Pengukuhan Kelas Kelompok Tani dan Evaluasi Dewan Ketahanan pangan Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo, Senin (22/12/2014).

Menurut dia,ada dua poin penting untuk peningkatan produktivitas pertanian. Yakni, regenerasi petani dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Badingah mengakui, faktor-faktor itu sangat berpengaruh terhadap kapasitas produksi yang dihasilkan. Sayangnya, meski potensi yang dimiliki begitu melimpah, nyatanya belum diimbangi dengan minat dari generasi muda untuk pergi ke ladang maupun sawah.

“Petani kami banyak yang tua-tua. Ini menjadi masalah untuk peningkatan hasil produksi,” kata Badingah lagi.

Menurut dia, generasi muda harus didorong agar mau bertani. Mata pencaharian petani bukan sesuatu hal yang buruk, sebab jika ditekuni dengan benar niscaya bisa mendatangkan keuntungan yang bagus.

“Jangan sekadar niat saja. Harus diimbangi dengan alih teknologi yang modern,” paparnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online