Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
A man points at an artwork at a conceptual art exhibition about HIV/AIDS in Tehran December 2, 2007. REUTERS/Morteza Nikoubazl
Kasus AIDS di Gunungkidul memakan korban jiwa. Sebanyak tiga orang meninggal dunia
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV)-Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) di Gunungkidul terus bertambah.
Dalam dua bulan terakhir, ditemukan sembilan penderita dan dalam waktu yang hampir bersamaan, tiga pasien meninggal dunia.
Seluruh penderita telah menjalani Voluntary Counseling Test (VCT) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari. Total selama dua bulan, ada 28 pasien yang menjalani tes tersebut.
Petugas Pengelola Informasi dan Dokumentasi RSUD Wonosari Aris Suryanto mengatakan, 30% orang yang menjalani VCT terinfeksi HIV. Saat ini seluruh pasien mendapatkan perawatan di klinik tersebut.
“Sembilan orang positif terkena HIV,” kata Aris, Senin (23/2/2015).
Dia menjelaskan, jumlah pasien yang terpapar penyakit ini tergolong tinggi. Sebab, tahun lalu ada sekitar 150 orang yang menjalani tes, namun hanya 24 pasien yang positif.
“Hasil pemeriksaan sungguh memprihatinkan. Sebab sembilan pasien positif, bukan lagi sebatas terpapar virus,” ujar dia.
Aris mengakui, beberapa waktu lalu ada dua pasien yang di rawat di rumah sakit. Namun, nyawa kedua orang itu tak bisa diselamatkan. “Kami sudah berusaha semaksimal mungkin,” ungkapnya.
Menurut Aris, upaya pencegahan harus terus digalakkan. Hal ini tidak lepas dari makin banyaknya penderita HIV AIDS di Gunungkidul.
“Kasus di sini termasuk anomali, karena jumlah penderita AIDS lebih tinggi ketimbang pasien HIV,” katanya.
Terpisah, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Gunungkidul Iswandi menambahkan, ada satu pasien yang meninggal dunia akibat AIDS. Penderita sempat menjalani perawatan di RS Bethesda, Kota Jogja. Namun, korban tidak bisa diselamatkan.
“Kasus ini fenomena gunung es. Semakin banyak orang yang tes, jumlah penderita juga akan tambah banyak,” kata Iswandi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Minggu 12 September 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 12 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 12 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.