PERNIKAHAN DINI : Mediasi Pasangan Pemohon Pernikahan Dini Sering Gagal

David Kurniawan
David Kurniawan Senin, 02 Maret 2015 18:20 WIB
PERNIKAHAN DINI : Mediasi Pasangan Pemohon Pernikahan Dini Sering Gagal

Warga Baleharjo Gunungkidul serukan anti-pernikahan dini. (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)

Pernikahan dini di Gunungkidul terus ditekan melalui berbagai upaya

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Gunungkidul Rumiyati Hastuti mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan peraturan tentang pencegahan pernikahan dini.

Saat ini aturan tersebut sedang disusun, dengan harapan saat diterapkan bisa mengurangi pernikahan dini. “Kami sangat prihatin, maka muncul ide untuk membuat peraturan tersebut,” kata Rumiyati, baru-baru ini.

Berdasarkan data dari Pengadilan Agama Wonosari, di 2014 ada 146 permohonan dispensasi pernikahan. Sementara itu, hingga akhir Februari ada 15 remaja yang mengajukan dispensasi.

“Sebelum mengajukan permohonan, kami sering melakukan mediasi kepada calon mempelai. Harapannya agar mereka mau menunda pernikahannya sementara waktu,” ungkapnya.

Dia tidak menampik apabila mediasi tersebut tidak berjalan lancar. Sebab, tetap saja ada pasangan di bawah umur yang tetap ingin menikah.

“Kami akan terus berusaha, karena beberapa waktu lalu ada tiga pasangan yang berhasil diyakinkan untuk menunda terlebih dahulu. Biasanya mereka yang tetap nekat untuk menikah karena sudah hamil duluan,” ujar Rumiyati.

Dia menambahkan, program pencegahan dini tidak akan berjalan tanpa adanya partisipasi dari semua pihak, khususnya orang tua. Peran serta keluarga sangat penting, terutama pengawasan terhadap pergaulan anak.

“Yang tak kalah penting adalah pemberian pendidikan moral dalam berperilaku, sehingga tidak melanggar norma-norma yang ada,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online