Droping Air Gunungkidul Belum Jalan, Warga Diminta Bersabar
Program droping air di Gunungkidul belum berjalan meski anggaran siap. Penyaluran baru dimulai Juli–Agustus 2026.
Ilustrasi layanan BPJS (JIBI/Dok)
Asuransi kesehatan BPJS belum dimanfaatkan semua warga. Di Gunungkidul ,asih ada 194.856 jiwa yang belum terdaftar
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Masyarakat Gunungkidul masih ada yang belum terdaftar dalam program Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Bidang Kesehatan.
Hingga saat ini program tersebut baru mencapai 74%, sementara 194.856 penduduk urung memiliki fasilitas kesehatan itu.
Kepala Kantor BPJS Gunungkidul, Syarifatun Kurniaekawati mengatakan dari total 749.447 jiwa di Gunungkidul, masih ada sekitar 26% penduduk yang belum masuk program BPJS Kesehatan.
Harapannya mereka segera mendaftarkan secara mandiri, sebab kuota yang difasilitasi pemerintah tidak akan bertambah.
“Belum semuanya, dan kami berharap agar segera mendaftar kepesertaan dalam program ini,” kata Syarifatun kepada wartawan, Sabtu (7/3/2015).
Dia menjelaskan, jumlah peserta BPJS kesehatan terdiri dari penerima bantuan iuran (PBI) Jamkesmas sebanyak 444.357 orang, dan non PBI yang terdiri dari PNS, pekerja mandiri, TNI Polri, pensiunan, veteran dan perintis kemerdekaan mencapai 59.935 jiwa.
“Untuk penerima PBI kuotanya tidak bisa bertambah, sedang yang non persertanya tidak dibatasi,” paparnya.
Guna meningkatkan kepesertaan program BPJS, Syarifatun akan melakukan sosialisasi ke masyarakat, terutama berkaitan dengan manfaat pentingnya memiliki jaminan kesehatan tersebut.
Langkah pertama, program ini akan digalakan kepada sektor kelas pekerja. Harapannya dengan sosialisasi ini mereka mau mendaftar dalam program BPJS kesehatan mandiri.
“Untuk sosilaisasi kami akan melibatkan tokoh agama dan masyarakat, sehingga bisa lebih efektif lagi,” ulasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program droping air di Gunungkidul belum berjalan meski anggaran siap. Penyaluran baru dimulai Juli–Agustus 2026.
Kemnaker menegaskan komitmen menindaklanjuti laporan PHK, perlindungan pekerja, hingga K3 demi hubungan industrial yang adil dan kondusif.
Bank Mandiri Taspen melalui program Glow and Grow dorong pensiunan tetap aktif, sehat, dan produktif lewat edukasi dan pemberdayaan lansia.
Bapanas mencatat penyaluran bantuan pangan beras dan Minyakita telah mencapai 55,37% dari target 33,2 juta KPM hingga Juni 2026.
Pemkab Kulonprogo evaluasi dampak embarkasi haji yang dinilai belum optimal bagi UMKM dan hotel. Okupansi masih stagnan 25%.
Qodari dorong ANTARA perkuat jurnalisme data, transformasi digital, dan jaringan daerah agar tetap relevan di era media digital 2026.