Ribuan Warga Padati Magelang Ethno Carnival 2026
Magelang Ethno Carnival 2026 diikuti 40 kontingen dan menjadi puncak Magelang Flower Festival dengan transaksi Rp250 juta-Rp300 juta per hari.
Pesawat KT-1B Wong Bee bernomor 7 yang merupakan right wing The Jupiters tampak diawaki dua penerbang tempur Lanud Adisutjipto, Jogja saat melakukan vertikal manuver dalam training area belum lama ini. (JIBI/Harian Jogja/Humas Lanud Adisutjipto)
Kabar Lanud Adisutjipto kali ini mengenai persiapan The Jupiter berangkat ke Malaysia.
Harianjogja.com, SLEMAN - Tim aerobatik TNI AU Jupiter Aerobatic Team (JAT) kali pertama meluncurkan sebuah buku berjudul The Jupiters, Indonesian Air Force Aerobatic Team. Dalam launching tersebut digelar manuver latihan sebelum keberangkatan JAT ke Langkawi, Malaysia di Base Ops Lanud Adisutjipto Jogja, Senin (9/3/2015).
Dalam launching itu pula tim JAT yang diawaki enam penerbang militer Lanud Adisutjipto melakukan atraksi udara menggunakan pesawat KT-01 Woong Bee. Sedikitnya 500 pelajar dari PAUD, TK, SD, SMP dan SMA hadir dalam giat tersebut kemarin. The Jupiter pun tampil penuh dengan belasan atraksi mendebarkan.
"Ada sih, banget keinginan seperti mereka [tim JAT], tapi nanti susah tidak ya? Paling tidak harus pintar sekali ya untuk bisa terbang sampai seperti itu. Tapi berusaha saja, semoga saya bisa," ungkap Habib, siswa kelas 7 SMP 5 Jogja seusai melihat atraksi JAT kemarin.
Terkait dengan launching buku The Jupiter, Danlanud Adisutjipto Jogja Marsma TNI Yadi I. Sutanandika menjelaskan buku itu diterbitkan agar masyarakat lebih mengenal tim aerobatik TNI AU, the Jupiters. Sehingga meningkatkan minat kedirgantaraan bagi masyarakat. Serta dengan buku tersebut dunia ikut mengenalnya sehingga Indonesia tidak diremehkan soal kekuatan udaranya. Secara detail, buku tersebut bagian awal berisi tentang sejarah tim aerobatik TNI AU dari masa lalu sampai hingga saat ini. Selanjutnya terdapat behind the scene tentang jalan terjal membentuk tim aerobatik The Jupiters hingga saat ini mampu diakui dunia.
Selain itu, lanjutnya, mengulas tuntas tentang bagaimana seorang penerbang berproses sampai menjadi bagian dari The Jupiter. Tak kalah menariknya, buku The Jupiters juga memberi penjelasan mengenai manuver dan pesawat yang digunakan.
"Buku ini juga menampilkan galeri foto member The Jupiter yang menggunakan pesawat KT1-B Woong Bee dari tahun 2008 hingga 2015," jelas Danlanud.
Sedangkan pada bagian akhir dari buku setebal 170 halaman itu berisi tentang berbagai event yang telah dimeriahkan oleh The Jupiters baik di dalam maupun luar negeri. "Lalu disertai oleh beberapa kisah-kisah menarik," ujarnya.
Terkait persiapan event International Maritime and Aerospace Exhibition (LIMA) 2015, penerbang The Jupiters, Mayor Pnb Putu Sucahyadi menegaskan 100% kesiapannya.
"Kami sudah 100% siap, tinggal berangkat. Persiapan utama jaga kesehatan terus, mengontrol makanan. Karena cadangan personel terbatas. Kami siap mengharumkan nama bangsa ini di percaturan dunia, doakan kami," ungkap pemilik wing Jupiter 648, lulusan Sekbang A-62 tahun 2001 ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Magelang Ethno Carnival 2026 diikuti 40 kontingen dan menjadi puncak Magelang Flower Festival dengan transaksi Rp250 juta-Rp300 juta per hari.
Komisi III DPR mengapresiasi pencopotan Kapolres Sukoharjo dan tiga anggota polisi terkait polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Yusril Ihza Mahendra belum memastikan kabar pengamanan jenderal Polri. Divisi Humas Polri dijadwalkan menggelar konferensi pers.
PSIM Jogja menyiapkan enam pemain EPA U-20 dan U-18 untuk League Cup 2026/2027 sekaligus memberi kesempatan kepada pemain minim menit bermain.
Sedayu General Hospital Bantul mengembangkan terapi oksigen hiperbarik untuk membantu pemulihan pasien sekaligus mendukung kebugaran dan wellness tourism di DIY
Pdt Jimmy Marcos menegaskan gereja harus menyuarakan ketidakadilan, mulai dari dampak MBG, karhutla, hingga proyek di Papua.