Lanjutan Perbaikan Jalan Rusak di Kawasan Industri Semin Mulai Dikerjakan
Perbaikan jalan rusak di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Semin mulai dikerjakan, meski belum menyasar ke seluruh ruas yang mengalami kerusakan.
Pedagang kebutuhan pokok di Pasar Argosari Gunungkidul. (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Harga BBM naik ternyata belum berpengaruh terhadap harga sejumlah bahan kebutuhan pokok
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) belum memberikan dampak di pasaran. Beberapa komoditas kebutuhan pokok terpantau stabil, dan belum ada kenaikan.
Informasi yang dihimpun di Pasar Argosari, Senin (30/3/2015), sejumlah kebutuhan pokok belum menunjukkan pergerakan, pascapemerintah menaikan harga BBM. Misalnya telur masih dipasarkan Rp16.000 per kilogram (kg), minyak goreng Rp10.500 per liter.
Komoditas bawang merah memang mengalami kenaikan, dari harga normal Rp15.000 menjadi Rp30.000 per kg. Namun demikian, kenaikan terjadi bukan lantaran BBM naik, melainkan minimnya pasokan di pasaran.
Sementara itu, untuk cabai merah keriting masih dijual dengan harga Rp18.000 per kk, sedang cabai keriting dipasarkan Rp30.000 per kg. Jika dilihat dari tren yang terjadi, kedua komoditas ini dalam kondisi menurun.
Beberapa waktu sebelumnya, harga sempat menembus Rp130.000 untuk cabai rawit dan cabai merah keriting dipasarkan hingga Rp60.000 per kilogram.
“Secara keseluruhan belum ada pergerakan harga akibat kenaikan BBM sejak Sabtu [28/3/2015]. Mudah-mudahan harganya terus bisa stabil,” kata salah seorang pedagang di Pasar Argosari, Deni Astuti.
Dia menjelaskan, khusus untuk komoditas sayur mayur harganya cenderung naik turun. Hal ini tidak lepas pasokan barang di pasaran.
“Ya kalau barangnya ada, harganya cenderung murah. Tapi kalau pasokannya kurang, trennya akan naik. Saat ini, harga yang naik paling tinggi terjadi di bawang merah,” paparnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Fajar Wibowo, salah seorang pedagang beras di Pasar Argosari. Dia menjelaskan, kenaikan BBM belum berdampak terhadap harga jual beras. “Kalau dilihat dari tren akhir-akhir ini malah turun, karena harganya sempat melonjak,” kata Fajar.
Dia mencontohkan, harga beras dengan merek Mangkok dipasarkan Rp250.000 per sak ukuran 25 kilogram. Harga ini mengalami penurunan Rp10.000 per sak, karena sebelumnya dipasarkan Rp260.000 per sak.
“Kalau untuk beras di petani lokal kisaran harga jualnya di angka Rp8.000 per kilogramnya,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perbaikan jalan rusak di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Semin mulai dikerjakan, meski belum menyasar ke seluruh ruas yang mengalami kerusakan.
iPhone 18 Pro, Pro Max, dan Duo sama-sama memakai A20 Pro. Cek perbedaan layar, kamera, baterai, dan harga ketiganya.
Andika Mahesa meminta publik tenang setelah Dodhy mengumumkan Kangen Band bubar. Ia akan menemui seluruh personel di Jakarta.
Pameran Nasirun digelar di Galeri Nasional Indonesia hingga 11 Oktober 2026, sekaligus menjadi pameran terakhir sebelum revitalisasi.
Australia merebut gelar putra dan putri AVC Beach Volleyball 2026 di Shangluo serta mengamankan dua kuota Olimpiade LA28.
Mario Aji gagal ke Q2 dan dipastikan start posisi 22 di Moto2 San Marino 2026. Senna Agius tercepat di Q2 dengan 1 menit 33,718 detik.