Kantor Pos di Gunungkidul Mulai Salurkan Bantuan PSKS

David Kurniawan
David Kurniawan Sabtu, 11 April 2015 17:19 WIB
Kantor Pos di Gunungkidul Mulai Salurkan Bantuan PSKS

One hundred thousand rupiah notes are seen through a magnifying glass in this photo illustration taken in Singapore, in this file picture taken March 14, 2013. Banks in Singapore are stubbornly against adopting domestically set reference rates for derivative contracts in the Indonesia rupiah, despite preparing to drop their own rate fixing for the Malaysian ringgit and Vietnamese dong. To match Analysis MARKETS-INDONESIA/FIXING REUTERS/Edgar Su/Files (SINGAPORE - Tags: BUSINESS)

Kantor Pos di Gunungkidul mulai menyalurkan bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera pada Sabtu (11/4/2015).

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kantor Pos Wonosari memulai penyaluran bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera pada Sabtu (11/4/2015) ini.

Kepala Kantor Pos Wonosari, Mufti Ismail, mengatakan penyaluran ini masih sebatas peluncuran pelaksanaan serempak baru disalurkan di semua wilayah pada Senin (13/4/2015) lusa.

“Untuk 12 kantor pos cabang lain akan dimulai Senin [pekan depan],” ujarnya kepada wartawan, Jumat (10/4/2015).

Seluruh warga penerima manfaat di Kecamatan Wonosari belum bisa mengambil semua sebab bantuan baru dibagikan untuk warga di Desa Karangtengah dan Wonosari.

Bagi warga di desa lain, pencairan akan diiberikan secara serempak di Gunungkidul. “Teknis pencairan dibuat per desa. Langkah ini diambil untuk mengurangi jumlah antrian, seperti yang terjadi pada 2014 lalu,” papar Mufti.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan kantor pos, pencarian di tahap pertama 2014 dijadikan pedoman dan pembelajaran. Agar lebih lancar, setiap harinya jumlah desa penerima manfaat akan dikurangi dan tidak sebanyak di periode sebelumnya.

“Misalnya di Kecamatan Wonosari, saat pencairan pertama, setiap hari kantor pos bisa melayani untuk lima desa. Namun, mulai saat ini, kami hanya akan melayani 2-3 desa saja,” ucap Mufti.

Dia berdalih pengurangan ini akan sangat membantu kelancaran proses pencairan. Selain itu, beban kerja dari para petugas tidak akan berat seperti dulu, saat pencairan pertama.

“Kalau dulu petugas bisa bekerja sampai pukul sembilan malam. Harapannya dengan model ini semua lancar dan selesai tepat waktu,” tutur Mufti.

Warga tidak perlu khawatir dengan penerapan sistem ini sebab meski belum bisa mengambil saat jadwal yang ditentukan, warga penerima bisa mengambilnya di waktu yang lain.

Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul Suyatmiyatun membenarkan adanya pencairan termin kedua PSKS dari pemerintah. Data penerima manfaat juga tidak jauh berbeda dengan penerima bantuan di akhir tahun lalu.

Jumlah penerimanya ada 80.121 kepala keluarga. Nominal bantuan yang diberikan akan lebih besar ketimbang pencairan termin pertama. Untuk pencairan kali ini, warga akan mendapatkan bantuan Rp600.000, yang merupakan akumulasi bantuan selama tiga bulan.

“Kalau yang dulu, warga hanya mendapatkan Rp200.000 untuk dua bulan,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online