Kapanewon di Gunungkidul Siapkan Dana Droping Air Hadapi Kemarau
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Ilustrasi pemilih memasukkan surat suara ke kotak suara. (Dok/JIBI/Solopos)
Pilkada Gunungkidul, seleksi PPK dimulai hari ini.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul hari ini (10/5/2015) menggelar tes seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di SMP Negeri 4 Wonosari. Dari 236 pelamar, 225 orang dinyatakan lolos administrasi dan sisanya 11 pelamar gugur.
Ketua KPU Gunungkidul M Zainuri Ikhsan mengatakan, tes yang dilakukan sebagai bagian dari proses rekrutmen panitia ad hoc Pemilihan Kepala Daerah. Selain tes tertulis, para peserta juga akan melakukan tes wawancara.
“Untuk besok [hari ini], jadwalnya adalah tes tertulis. Seluruh peserta yang lolos seleksi administrasi diharapkan hadir dalam tes tersebut,” kata Ikhsan kepada Harianjogja.com, Sabtu (9/5/2015).
Dia menjelaskan, proses pendaftaran anggota PPK diikuti 236 pelamar. Namun dari jumlah tersebut ada 11 peserta yang dinyatakan gagal dalam seleksi administrasi. Hal tersebut terjadi, karena beberapa peserta tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Di antaranya, ada pelamar belum cukup umur, sudah terpilih menjadi anggota PPK sebanyak dua kali, dan ada juga satu pelamar yang menjadi calon legislatif di Pemilu 2014.
“Otomatis mereka gugur. Pengumuman ini juga sudah dipajang di papan pengumuman yang ada di Kantor dan situs KPU sejak Jumat [8/5] kemarin,” beber Ketua KPU Gunungkidul.
Rencananya anggota PPK ditetapkan pada 15 Mei mendatang. Namun, sebelum itu dilakukan para peserta juga harus menjalani tes wawancara.
“Mudah-mudahan semua dapat berjalan dengan lancar,” kata Ikhsan.
Komisioner KPU Gunungkidul Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilu Yudha Ayu Mindarsih menambahkan, selain melakukan perekrutan anggota PPK, KPU juga melakukan seleksi anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS). Namun, hingga sekarang calon anggota tersebut belum masuk ke kantor KPU.
“Kalau dari sisi ketugasan, antara PPK dan PPS mungkin tidak ada perbedaan. Tapi kalau dari rekrutmen berbeda, sebab anggota PPS merupakan usulan dari kepala desa setempat,” kata Yudha.
Dia berpendapat, usulan anggota PPS kemungkinan baru akan dimasukan ke KPU pada Senin (11/5/2015) nanti. Masing-masing kades berkewajiban mengiriman enam calon, untuk kemudian diseleksi oleh Komisioner KPU guna dipilih tiga kandidat yang terbaik.
“Kami berharap semua berjalan lancar, sehingga 18 Mei mendatang anggota ad hoc pilkada sudah dapat ditetapkan semua,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.