Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Para pengunjung di Tlogo Putri, Kaliurang, beramai-ramai menyaksikan pertunjukan seni jatilan, Kamis (31/7/2014). (Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja)
Wisata Sleman membutuhkan sentuhan kreatif.
Harianjogja.com, SLEMAN-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman mengakui jika wisata di Sleman tidak seperti wisata di kabupaten lain. Sleman tidak memiliki objek wisata air unggulan seperti pantai di Kabupaten Gunungkidul, Kulonprogo, dan juga Bantul.
“Kita [Sleman] tidak punya potensi alam berlebih seperti Gunung Kidul sehingga pengolahan wisata Sleman butuh sentuhan kreatif,” kata Kepala Disbudpar Sleman, AA. Ayu Laksmi Dewi saat menggelar jumpa pers di rumah makan Omah Cemara Sleman, Kamis (21/5/2015).
Menurutnya, Sleman harus memanfaatkan potensi yang ada melalui desa wisata yang ada. Saat ini terdapat 25 desa wisata yang representatif dari total 34 desa wisata yang sudah dikukuhkan.
Disinggung objek wisata yang menyumbang pemasukan terbanyak, Ayu mengatakan bahwa Kaliurang menjadi penyumbang terbesar hingga Bulan April ini. “Sampai April ini sudah Rp1,4 miliar. Kontribusi terbesar dari Kaliurang,” ungkapnya.
Kaliurang adalah satu-satunya wisata alam di Sleman dengan segala isinya yang mendukung suasana liburan wisatawan. Oleh karena itu, dinas berencana akan melakukan tata wisata di tempat itu. “Rencana kami akan membangun taman keceh agar anak-anak bisa bermain air lebih lama. Lalu taman kupu-kupu dan atraksi malam,” katanya.
Selama ini, imbuh Ayu, ketika berbicara tentang Kaliurang, yang ada dalam benak masyarakat hanyalah Telaga Putri, lava tour dengan jeeb, setelahnya pulang. Dinas ingin menyuguhkan wahana menarik lain agar wisatawan tinggal lebih lama.
Upaya kreatif lainnya Disbudpar akan menggelar TourdeMerapi 2015 menggunakan sepeda motor pada 7 Juni mendatang. Acara dua tahunan ini bertujuan untuk mengenalkan potensi-potensi yang ada di Sleman, utamanya di kawasan Gunung Merapi. “Tour akan start di Sindu Kusuma Edupark lalu dilewatkan ke desa-desa wisata dan juga candi yang nanti akan dilewati,” jelas Ayu.
Menambahkan, Sekretaris Disbudpar Sleman, Endah Sri Widiastuti menyampaikan hingga saat ini sudah ada 134 pendaftar. Sementara target yang akan dicapai sebanyak 500 sepeda motor atau sekitar 1.000 peserta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.