6 Jembatan Garuda Rampung di Gunungkidul, Ini Lokasinya
Enam Jembatan Garuda telah selesai dibangun di Gunungkidul. Infrastruktur ini disiapkan untuk memperkuat akses warga, terutama saat musim hujan.
JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu Petani di desa Cempakasawit, kecamatan Sawit, Boyolali menyortir udang galah yang dipanen di kolamnya,Rabu (2/4). Udang galah tersebut akan dikirim ke beberapa rumah makan di Jogjakarta dan Semarang dengan harga jual Rp70.000,- per kilo
Benih udang akan tersedia di Gunungkidul menyusul akan dibangunnya pabrik benih udang oleh investor
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kabupaten Gunungkidul sebentar lagi akan memiliki pabrik pembenihan udang terbesar kedua di Indonesia. Saat ini salah satu investor asing yang berkantor di Jakarta sedang melakukan proses perizinan pembangunan pabrik tersebut.
Kepala Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (KPMPT) Gunungkidul Aziz Saleh mengakui, proses pengurusan izin sudah masuk sejak beberapa bulan lalu. hanya saja, berhubung izin itu menyangkut modal asing, maka sesuai peraturan harus mengurusnya ke pemerintah pusat.
“Awalnya mengaku dari dalam negeri, ternyata setelah diteliti dokumen perizinanya ada peran dari asing, sehingga kami menyarankan untuk mengurus izin prinsip ke pusat,” kata Azis kepada wartawan, usai menghadiri rapat koordinasi di ruang kerja Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Gunungkidul, Jumat (29/5/2015).
Menurut dia, langkah pemkab untuk mempermudah masuknya investor tersebut dengan menyiapkan izin tata ruang. Terlebih lagi, pembangunan pabrik berdekatan dengan area Baron Techno Park di Desa Kanigoro, Saptosari.
“Lokasinya sangat berdekatan, sehingga kami harus koordinasi dengan BPPT selaku pemilik area tersebut. Masalah ini juga sudah dilaporkan ke Menristek dan Dikti, dan mereka mau untuk menjembatani,” kata Azis lagi.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Gunungkidul Supriyadi menyambut baik langkah dari investor. Namun demikian, sebelum pabrik berdiri, masalah perizinan harus diselesaikan terlebih dahulu. “Jangan sampai menimbulkan masalah, tapi secara prinsip sangat mendukung,” tutur Supriyadi.
Berdasarkan pemaparan awal, lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan pabrik seluas sepuluh hektare. Pabrik pembenihan udang tersebut direncanakan menggunakan 200 tenaga kerja tetap, dengan kapasitas produksi 200 juta ekor bibit udang per tahun.
“Kalau itu bisa dilakukan, akan sangat membantu masyarakat. Jumlah 200 pekerja ini, belum termasuk yang lepas. Sehingga kalau ditotal bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi,” ungkap mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura itu.
Supriyadi menambahkan, dalam waktu dekat akan menggelar pertemuan dengan BPPT. Hal tersebut dilakukan, untuk meminimalisir terjadinya masalah, karena lokasi pendirian pabrik bedekatan dengan Baron Techno Park.
“Saya ingin semua bisa jalan dengan baik, jadi perlu koordinasi lebih lanjut dengan pihak lain,” ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam Jembatan Garuda telah selesai dibangun di Gunungkidul. Infrastruktur ini disiapkan untuk memperkuat akses warga, terutama saat musim hujan.
Basarnas mengerahkan Kopaska, BSG, dan KRI Canopus untuk mencari 129 korban Kapal Virgo Transport 8 yang belum ditemukan.
Asap karhutla membuat jarak pandang di Bandara Supadio hanya 300 meter. Sebanyak 73 penerbangan terdampak penundaan dan perubahan jadwal.
Sinergi tersebut dibahas dalam Overview Implementasi SIPD RI-SP2D Online dan evaluasi Optimalisasi Penggunaan KKI/KKPD di Semarang, Jumat (11/9/2026).
Amazon menghentikan sementara operasi dengan 21 Air setelah pesawat kargo kecelakaan di Miami yang menewaskan lima orang.
Sebanyak 114 korban Kapal Virgo Transport 8 ditemukan, 108 selamat dan 6 meninggal. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.