BBW Books Kembali Digelar di Jogja, Ini Jadwal dan Lokasinya
Big Bad Wolf Books kembali ke Jogja pada 3–13 September di JEC dengan jutaan buku dan target kenaikan pengunjung 5–7 persen.
Tim Urusan Kesehatan Polres Sleman seusai mengambil sampel darah dari bongkahan janin serta darah tersangka AS dan YN, akhir pekan lalu. (JIBI/Harian Jogja/Sunartono)
Obat aborsi dipasarkan denagn sistem online.
Harianjogja.com, SLEMAN-Obat aborsi yang diperjual-belikan ternyata dipasarkan secara online. Sat Reskrim Polres Sleman tengah mendalami kasus ini.
Sebelumnya Sat Reskrim Polres Sleman meringkus tersangka GR, 23, seorang mahasiswa Jogja yang berjualan obat aborsi. Polisi juga menangkap sepasang kekasih YN, 26, dan AS, 25, karena menggugurkan kandungan menggunakan obat yang dibeli dari GR.
Adapun obat datang bulan ini dipasarkan melalui dunia maya. GR mengiklankan obat telat datang bulan melalui situs internet. Sehingga banyak peminat yang hingga akhirnya terjadi transaksi seperti yang dilakukan sepasang kekasih YN dan AS. Meski demikian, ada pula pembeli yang mendapatkan informasi dari mulut ke mulut atau orang yang sebelumnya membeli dan mempergunakan obat aborsi yang dijual GR. Rerata pembelinya merupakan mahasiswa. (Baca Juga: JASA ABORSI ONLINE : Ngeri! Obat Aborsi Ditawarkan Plus Testimoni Pemakai)
"Termasuk AS dan YN itu juga," imbuhnya.
Danang mengakui keuntungan yang didapatkan penjual cukup besar. Dalam setiap satu paket GR menjual obat ilegal itu Rp750.000 berisi dua kapsul dan empat pil. Tiap paket itu keuntungan yang didapat nyaris Rp500.000. Bentuk kapsul yang dijual GR berwarna merah dan hitam. Sedangkan pil terbungkus dalam strip plastik aluminium. Jika pil berfungsi untuk membuat kontraksi dan meluncurkan janin, kemudian kapsul itu diminum untuk mencegah terjadinya pendarahan yang berlebihan.
"Sistemnya bukan upah, tapi keuntungan. Tiap satu [paket] dapat hampir Rp500.000," ungkapnya.
Untuk tersangka YN, hingga kemarin masih dirawat di RS Bhayangkara Polda DIY. Sehingga belum bisa dilakukan pemeriksaan lanjutan. Petugas Urusan Kesehatan Polres Sleman Rini Wuryani menambahkan, untuk keperluan tes DNA, pihaknya telah mengiriman sampel darah ke Pusdokkes Mabes Polri. Sampel itu terdiri dari darah tersangka AS dan YN serta gumpalan darah yang didapatkan setelah menggali di belakang rumah AS di Turi, Sleman.
"Sampel keduanya sudah kami kirim kemarin [Sabtu]," ungkapnya.
Kabid Dokkes Polda DIY, AKBP Nyoman Eddy menjelaskan penggunaan obat aborsi secara ilegal menimbulkan resiko yang besar. Karena obat tersebut akan memaksa janin keluar dari rahim sebelum waktunya. Seringkali pemakainya tanpa menghiraukan dosis obatnya karena tujuan pemakainya adalah mengagalkan janin. "Salah satunya bisa pendarahan dan berujung ke kematian. Jika over dosis bisa berefek gangguan organ," tegas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Big Bad Wolf Books kembali ke Jogja pada 3–13 September di JEC dengan jutaan buku dan target kenaikan pengunjung 5–7 persen.
BI mencatat defisit transaksi berjalan RI US$12,5 miliar pada kuartal II/2026, menjadi yang terburuk dalam publikasi historis BI.
Disdikpora Kulonprogo menyambut rencana PPPK Paruh Waktu menjadi penuh waktu dengan biaya APBN untuk meringankan beban daerah dan meningkatkan kesejahteraan gur
DPRD Kota Jogja mendorong potensi kampung, UMKM, wisata, seni, dan ekonomi kreatif untuk memperkuat ekonomi serta kesejahteraan warga.
Saat memutuskan untuk membatalkan pengajuan pinjaman, penting untuk memahami prosedur yang berlaku dan menggunakan kontak layanan resmi
Kenaikan desil DTSEN tidak otomatis berarti warga makin sejahtera. BPS DIY menjelaskan desil ditentukan dari 41 variabel sosial ekonomi.