Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Salah seorang anggota Polres Gunungkidul memberikan pengarahan kepada seorang pengendara agar melakukan parkir di tempat yang benar, Jumat (3/7/2015) (Harian Jogja/David Kurniawan)
Pelanggaran parkir di Gunungkidul hanya mendapat teguran
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Petugas gabungan dari Polres dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika menggelar razia parkir di sejumlah ruas jalan protokol di Wonosari hingga area Pasar Argosari, Jumat (3/7/2015). Hasilnya ada sepuluh kedaraan yang terjaring, namun sanksi yang diberikan baru sebatas teguran.
Kepala Unit Pengaturan Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satuan Lalu Lintas Polres Gunungkidul Iptu Arif Heriyanto mengatakan, kegiatan ini digelar sebagai antisipasi adanya kemacetan saat arus mudik maupun balik lebaran 2015. Penertiban ini juga bagian dari persiapan Operasi Ketupat yang digelar beberapa hari lagi.
“Sebenarnya kami sudah pernah menggelar razia ini, tapi tetap saja ada pengendara yang memarkir kendaraan dengan sembarangan,” kata Arif kepada wartawan di sela-sela razia di Pasar Argosari, .
Dia menjelaskan, sasaran operasi yang dilakukan merupakan jalan-jalan protokol di Kota Wonosari. Selain itu, operasi juga menyasar kantong-kantong parkir di Pasar Argosari, karena tidak dipungkiri meski sudah ada tanda larangan parkir, namun kenyataannya masih banyak yang nekat melanggar.
“Hari ini [kemarin] kita menemukan sepuluh pengendara yang parkir sembarangan. Namun demikian, untuk sanksinya masih sebatas teguran,” ungkapnya.
Sanksi berupa teguran, kata Arif, merupakan bagian dari sosialisasi agar tidak parkir dengan sembarangan. Dia pun mengakui selama ini masyarakat belum begitu paham mengenai aturan tersebut.
“Mungkin saat ini masih ada toleransi bagi pelanggar. Ke depannya kalau masih nekat maka kami akan bertindak tegas dengan memberikan surat tilang,” seru dia.
Sementara itu, Kepala Seksi Parkir Dishubkominfo Gunungkidul Sarjono mengakui pihaknya telah melakukan berbagai upaya menyosialisasikan kepada petugas parkir agar menaati peraturan yang ada. Hanya saja, belum semua pengelola menaati hal tersebut, karena masih ada beberapa oknum yang memarkir kendaraan dengan sembarangan.
“Mungkin gara-gara pengelola yang banyak berdampak terhadap belum efektifnya sosialisasi itu,” kata Sarjono.
Dia menjelaskan, di kawasan Pasar Argosari sudah banyak kantong-kantong parkir, mulai di halaman pasar, lantai dua hingga Taman Parkir. Keberadaan area parkir ini sebenarnya mencukupi untuk menampung kendaraan yang masuk pasar, hanya saja tempat-tempat itu belum digunakan secara maksimal. “Kami akan terus berusaha dan menyosialisasikan kebijakan parkir di tempat yang benar,” tegas Sarjono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Doa bersama di YASANTI Bantul menjadi ruang penolakan MBG. Kelompok masyarakat menyoroti keracunan, anggaran, dan desain kebijakan.
Pesawat delay atau batal? Simak hak penumpang, mulai refund, penerbangan pengganti, makanan, hotel hingga kompensasi.
Xiaomi konfirmasi REDMI Note 17 Series rilis 16 September 2026 di Indonesia. Hadir 4 model dengan baterai 10.000 mAh dan sertifikasi TÜV SÜD.
T.O.P membatalkan fan meeting Jakarta H-9. Agensi menyebut kondisi setempat, sementara kaitannya dengan erupsi Anak Krakatau belum dikonfirmasi.
Mau beli HP lipat? Jangan hanya melihat RAM dan kamera. Chipset ikut menentukan multitasking, kamera, gaming, AI, dan efisiensi.