Kapanewon di Gunungkidul Siapkan Dana Droping Air Hadapi Kemarau
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Panijem, penjual daging sapi di Pasar Beringharjo sedang menunggu dagangannya, Jumat (25/7/2014). Harga komoditas daging sapi hingga H-3 masih belum beranjak, dijual Rp105.000 perkg. (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja).
Harga kebutuhan pokok semakin tidak terkendali menjelang hari raya. Harga daging sapi diprediksi mencapai Rp130.000 per kilogram
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Harga Daging sapi di Gunungkidul merupakan yang tertinggi di DIY. Setiap kilogram daging dengan kualitas super dihargai hingga Rp120.000, sementara di daerah lain hanya dijual Rp98.000-100.000 per kilogram.
Harga ini diprediksi masih bisa tinggi lagi, karena kemungkinan saat lebaran harganya bisa tembus Rp130.000 per kg.
Tingginya harga daging sapi ini diketahui setelah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY melakukan pemantauan harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Argosari, Rabu (15/7/2015). Tim yang diterjunkan dipimpin langsung oleh Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah (Setda) DIY Tri Mulyono.
Kepada wartawan, Tri Mulyono mengatakan, harga-harga kebutuhan pokok di pasar masih stabil meski pelaksanaan lebaran tinggal dua hari. Namun demikian, dari pantauan tersebut ditemukan bahwa harga daging sapi di Gunungkidul merupakan yang tertinggi di DIY.
“Kami sudah cek ke wilayah lain. Hasilnya di sini harganya yang paling tinggi. Untuk saat ini, masih di angka Rp120.000 per kg. Mungkin saat lebaran harganya bisa tembus Rp130.000,” kata Tri, kemarin.
Dia menjelaskan, ada beberapa faktor penyebab harga sapi di Gunungkidul menjadi tinggi. Selain harga jual sapi yang sudah tinggi, faktor lainnya karena ketiadaan rumah pemotongan hewan di kawasan ini. Akibatnya pengusaha harus mengeluarkan biaya ekstra untuk bisa memotong di RPH, karena harus pergi ke daerah lain, misalnya Bantul atau Kota Jogja.
“Ada juga pengusaha yang melakukan pemotongan sendiri, dan konsekuensinya mereka juga menentukan harga sendiri pula,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.