Hadapi Porda 2027, Gunungkidul Mulai Pemusatan Latihan Atlet
Bupati Gunungkidul meluncurkan Puslatkab sebagai persiapan atlet menghadapi Porda dan Peparda DIY di Kulonprogo tahun depan.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Pekerja membersihkan rumput yang tumbuh pada pembatas jalan di sepanjang Jalan Lingkar Selatan, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Senin (29/06/2015). Perawatan pembatas jalan juga meliputi pengecatan agar lebih terlihat pada malam hari. Jalur Lingkar Selatan Yogyakarta menjadi jalur alternatif yang cukup nyaman bagi pemudik dari arah barat yang akan menuju sejumlah kota seperti Solo, Wonogiri dan Pacitan semetara untuk ke arah barat menuju Purworejo, Kebumen, Purwokerto.
Jalur alternatif dari Pantai di Gunungkidul bisa menghindari kemacetan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Pengunjung yang berwisata di wilayah Gunungkidul diimbau untuk tidak fokus di jalur utama saat perjalanan pulang. Hal ini bertujuan untuk menghindari kemacetan, seperti yang terjadi di jalur Wonosari-Jogja, Minggu (20/7/2015) malam.
Kepala Polres Gunungkidul Ajun Komisaris Besar Polisi Hariyanto mengatakan, sesuai hasil rapat koordinasi lintas sektoral dalam Pos Pengamanan Lebaran 2015 yang dilakukan beberapa waktu lalu disepakati bahwa selain akses jalur utama Jogja-Wonosari, ada juga beberapa jalur alternatif yang bisa dilalui pengendara saat mudik atau pulang dari wisata. Beberapa jalur itu di antaranya Jalur Jalan Lintas Selatan, Playen-Dlingo-Imogiri dan Ngawen-Klaten.
Hanya saja, meski sudah ada jalur alternatif, Hariyanto mengakui pengendara masih fokus di jalur utama. Akibatnya kemacetan tidak bisa dihindarkan, terutama sore hingga malam hari, di mana masyarakat pulang dari lokasi wisata.
"Untuk itu, saya mengimbau agar penguna jalan bisa menggunakan jalur yang lain sehingga terhindar dari potensi kemacetan," kata Hariyanto kepada wartawan, Senin (20/7/2015).
Dia menjelaskasn, pengendara yang ingin menuju Jogja bisa menggunakan JJLS atau akses Jalan Playen-Dlingo, Bantul. Namun demikian, Hariyanto meminta untuk tetap waspada, karena selain relatif sepi, di wilayah tersebut juga masih minim lampu penerangan.
"Kalau tidak, pengunjung bisa menggunakan akses jalur alternatif di Ngawen menuju Klaten, kemudian baru masuk ke Jogja," ungkap Mantan Kepala Sub Bidang Register dan Identifikasi Polda DIY.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Bidang Transportasi Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Gunungkidul Kuncoro Budi Santoso. Menurut dia, pengunjung bisa memanfaatkan jalur-jalur alternatif yang telah disepakati oleh Pemerintah Kabupaten dan Polres Gunungkidul. "Jalurnya banyak dan bisa dimanfaatkan sehingga terhindar dari kemacetan," kata Kuncoro, kemarin.
Disinggung mengenai penerapan rekayasa arus lalulintas, Kuncoro mengakui pihaknya tidak memiliki kewenangan. Pasalanya jalur Wonosari-Jogja berstatus jalan nasional sehingga kewenanangan tidak ada di kabupaten.
"Upaya mengurangi kepadatan bisa dilakukan dengan penerapan flashing di setiap traffic light, namun kewenangan itu ada di provinsi," tutur dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul meluncurkan Puslatkab sebagai persiapan atlet menghadapi Porda dan Peparda DIY di Kulonprogo tahun depan.
ADAS makin umum di mobil baru. Kenali 6 alasan fitur keselamatan aktif ini penting serta batasannya agar pengemudi tetap waspada.
13 bank dicabut izin usahanya hingga September 2026. Cek daftar bank, lokasi, dan proses penyelesaian hak nasabah oleh LPS.
Penjualan mobil listrik RI naik 99,4% hingga Agustus 2026. Simak 20 model terlaris, Jaecoo J5 memimpin di atas BYD Atto 1.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 16 September 2026, untuk Antam, UBS dan Galeri 24 lengkap dengan harga buyback.
DPRD Kulonprogo mendorong Pemkab memaksimalkan potensi jasa katering untuk maskapai dan karyawan YIA guna meningkatkan pendapatan daerah.