Sehari Telan Rp80.000, Ini Sapi Kurban Presiden Prabowo di Gunungkidul
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Pekerja membersihkan rumput yang tumbuh pada pembatas jalan di sepanjang Jalan Lingkar Selatan, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Senin (29/06/2015). Perawatan pembatas jalan juga meliputi pengecatan agar lebih terlihat pada malam hari. Jalur Lingkar Selatan Yogyakarta menjadi jalur alternatif yang cukup nyaman bagi pemudik dari arah barat yang akan menuju sejumlah kota seperti Solo, Wonogiri dan Pacitan semetara untuk ke arah barat menuju Purworejo, Kebumen, Purwokerto.
Jalur alternatif dari Pantai di Gunungkidul bisa menghindari kemacetan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Pengunjung yang berwisata di wilayah Gunungkidul diimbau untuk tidak fokus di jalur utama saat perjalanan pulang. Hal ini bertujuan untuk menghindari kemacetan, seperti yang terjadi di jalur Wonosari-Jogja, Minggu (20/7/2015) malam.
Kepala Polres Gunungkidul Ajun Komisaris Besar Polisi Hariyanto mengatakan, sesuai hasil rapat koordinasi lintas sektoral dalam Pos Pengamanan Lebaran 2015 yang dilakukan beberapa waktu lalu disepakati bahwa selain akses jalur utama Jogja-Wonosari, ada juga beberapa jalur alternatif yang bisa dilalui pengendara saat mudik atau pulang dari wisata. Beberapa jalur itu di antaranya Jalur Jalan Lintas Selatan, Playen-Dlingo-Imogiri dan Ngawen-Klaten.
Hanya saja, meski sudah ada jalur alternatif, Hariyanto mengakui pengendara masih fokus di jalur utama. Akibatnya kemacetan tidak bisa dihindarkan, terutama sore hingga malam hari, di mana masyarakat pulang dari lokasi wisata.
"Untuk itu, saya mengimbau agar penguna jalan bisa menggunakan jalur yang lain sehingga terhindar dari potensi kemacetan," kata Hariyanto kepada wartawan, Senin (20/7/2015).
Dia menjelaskasn, pengendara yang ingin menuju Jogja bisa menggunakan JJLS atau akses Jalan Playen-Dlingo, Bantul. Namun demikian, Hariyanto meminta untuk tetap waspada, karena selain relatif sepi, di wilayah tersebut juga masih minim lampu penerangan.
"Kalau tidak, pengunjung bisa menggunakan akses jalur alternatif di Ngawen menuju Klaten, kemudian baru masuk ke Jogja," ungkap Mantan Kepala Sub Bidang Register dan Identifikasi Polda DIY.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Bidang Transportasi Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Gunungkidul Kuncoro Budi Santoso. Menurut dia, pengunjung bisa memanfaatkan jalur-jalur alternatif yang telah disepakati oleh Pemerintah Kabupaten dan Polres Gunungkidul. "Jalurnya banyak dan bisa dimanfaatkan sehingga terhindar dari kemacetan," kata Kuncoro, kemarin.
Disinggung mengenai penerapan rekayasa arus lalulintas, Kuncoro mengakui pihaknya tidak memiliki kewenangan. Pasalanya jalur Wonosari-Jogja berstatus jalan nasional sehingga kewenanangan tidak ada di kabupaten.
"Upaya mengurangi kepadatan bisa dilakukan dengan penerapan flashing di setiap traffic light, namun kewenangan itu ada di provinsi," tutur dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.
Banjir di Sintang Kalimantan Barat putuskan 13 jembatan gantung. Ribuan warga terdampak, distribusi bantuan terkendala.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Garebeg Besar Jogja digelar sederhana. Sultan HB X sebut penghematan jadi alasan, tanpa kurangi nilai sakral.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.