Berniat Foto, 4 Turis Asal Sukoharjo Terseret Ombak Pantai Jungwok, 1 Orang Tewas
Empat wisatawan terseret ombak Pantai Jungwok Gunungkidul saat hendak berfoto. Seorang wisatawan asal Solo meninggal dunia.
Sejumlah siswa sedang mengikuti kegiatan belajar di ruang kelas 3 MIM 1 Banjarejo, Tanjungsari. Meski kondisinya tak lagi layak, para siswa tetap antusias untuk belajar, Senin (3/8/2015). (Harian Jogja/David Kurniawan)
Infrastruktur Gunungkidul di bidang pendidikan membutuhkan perhatian, salah satunya gedung sekolah
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kondisi sekolah Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 1 Banjarejo, Tanjungsari butuh perhatian serius. Pasalnya, dari enam ruang kelas yang ada, empat diantaranya sangat memprihatinkan dan mengancam keselamatan para siswa.
Sekolah yang berbentuk leter U ini terbagi menjadi tiga gedung, yakni gedung pertama untuk kelas 5 dan 6, selanjutnya di depan kelas itu ada gedung yang dikhususkan untuk ruang guru. Sementara itu di sampingnya ada sebuah gedung memanjang yang digunakan untuk belajar siswa kelas 1-4.
Kerusakan terparah terdapat di ruang kelas ini, karena sejak dibangun pada 1987 lalu, bangunan tersebut belum pernah diperbaiki. Kondisi memprihatinkan tersebut sudah bisa dilihat dari halaman, karena tidak kuat lagi menahan beban maka dibuatkan tiga buah tiang penyangga tambahan.
Dari empat ruangan tersebut, kerusakan terparah terdapat di ruang kelas tiga. Pasalnya ubin di kelas tersebut telah mengelupas sebagian, sementara di bagian dinding terlihat ditambal dengan semen. Hal yang sama juga terlihat di bagian atap yang kayu-kayu penyangga genteng sudah banyak yang lapuk.
Saking minimnya dana yang dimiliki sekolah itu, tidak semua ruangan terpasang foto presiden dan wakil presiden. “Beginilah kondisi kelas kami, dan saya tidak bisa bilang lagi karena kondisinya sangat memprihatinkan,” kata salah seorang guru di MIM 1 Banjarejo, Susanto saat ditemui awak media, Senin (3/8/2015).
Dia menjelaskan, perbaikan sekolah terakhir dilakukan di 2012 lalu. Itu pun tidak menyeluruh ke semua ruangan, karena perbaikan hanya menyasar di dua kelas, yakni 4 dan 5.
“Kami sudah berulang kali mengajukan perbaikan ke Kantor Kementerian Agama Gunungkidul, tapi hingga sekarang belum ada realisasinya,” ujar pria asli Giring, Paliyan itu.
Kepala Sekolah MIM 1 Banjarejo Heri Mustofa mengungkapkan kondisi sekolah yang dipimpinnya memprihatinkan karena minimnya anggaran yang dimiliki.
Untuk operasional sehari-hari, hanya bergantung pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Pusat, sedang seluruh siswa yang berjumlah 69 anak tidak dipungut biaya sama sekali.
“Saking minimnya dana yang dimiliki, guna menjalankan kegiatan kami sering berutang,” ujar Heri, Senin (3/8/2015).
Dia menjelaskan, kondisi sekolah yang memprihatinkan tersebut sudah mendapatkan komplain dari wali murid. Namun demikian, ia tidak bisa berbuat banyak karena usulan pemeliharaan gedung belum direalisasikan hingga sekarang.
“Para orang tua takut akan keselamatan anak mereka, karena kondisi bangunan yang sudah miring. Tapi bagaimana lagi, yang kami sudah berusaha semaksimal mungkin agar ada bantuan ke sekolah,” tutur dia.
Heri mengakui, bangunan untuk kelas 1-4 sudah tidak mendukung lagi untuk kegiatan belajar mengajar. Malahan kondisi tersebut sangat membahayakan karena bangunannya sudah miring dan tak lagi presisi.
“Kami lebih mementingkan keselamatan para murid daripada keselamatan diri sendiri. Namun demikian, kami tetap tidak bisa menjaminnya kalau terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan,” keluh dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Empat wisatawan terseret ombak Pantai Jungwok Gunungkidul saat hendak berfoto. Seorang wisatawan asal Solo meninggal dunia.
Anggaran alkes TB 2027 menjadi sorotan DPR. Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut penanganan TB diperkuat lewat dana hibah.
KPK mengungkap dugaan struktur bayangan di ATR/BPN dalam kasus suap HGB Summarecon yang menyeret delapan tersangka.
Koalisi buruh menyoroti draf RUU Pelindungan Ketenagakerjaan terkait upah, pekerja kontrak, outsourcing, dan pemagangan.
BEI kembali menerapkan short selling secara bertahap dan memperkirakan transaksi ini berpotensi menambah likuiditas pasar hingga 17 persen.
Sebanyak 215.845 warga Bantul sudah mengaktifkan IKD. Disdukcapil memperluas jemput bola hingga kalurahan untuk mengejar target 30%.