Anggaran Dropping Air BPBD Gunungkidul Makin Menipis
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Sejumlah kursi Ruang Paripurna DPRD Sukoharjo tampak kosong saat rapat dengar pendapat (hearing) Komisi I DPRD dengan Pemkab dan Panwaslu Sukoharjo, Senin (27/1/2014) siang. Sejumlah camat, kepala satuan kerja perangkat daerah, kepala unit pelaksana teknis daerah pendidikan, dan lurah tidak memenuhi panggilan hearing tersebut. (Kurniawan/JIBI/Solopos)
DPRD Gunungkidul mendapat kritikan dari aktivis.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Permasalahan klasik terus saja muncul dalam setiap kegiatan reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang dilakukan mulai 3-8 Agustus 2015. Harapannya wakil rakyat ini tidak hanya sebatas turun ke bawah menyerap aspirasi dari warga, melainkan juga memberikan solusi dengan tindakan nyata sehingga masalah tersebut bisa diatasi.
Beberapa keluhan dari masyarakat di antaranya masalah perbaikan infrastruktur, kelangkaan pupuk hingga krisis air bersih.
“Setiap kali reses masalah yang muncul itu-itu saja, mulai dari kelangkaan pupuk, atau jalan rusak. saya minta, anggota dewan lebih responsif dan memberikan solusi,” kata Aktivis Jejaring Rakyat Mandiri (Jerami) Rino Caroko, Sabtu (8/8/2015).
Dia ingin masa reses jangan hanya sebagai kegiatan untuk menghambur-hamburkan uang. Seharusnya kegiatan tersebut memberikan solusi dan bukan sekadar menyerap aspirasi saja, melainkan sebisa mungkin mengatasinya dengan pelaksnaaan program yang ada di dewan atau Pemkab Gunungkidul.
“Namun kenyataannya ini belum berjalan dengan baik. Penyerapan aspirasi itu sudah jelas, tapi yang jadi masalah adalah cara mengatasinya,” ujar pria berkacamata ini.
Saking kesalnya, Rino berpendapat jika memang masa reses tidak memberikan manfaat lebih baik kegiatan tersebut dikaji dan ditinjau ulang.
“Permasalahannya aspirasi yang muncul hanya itu-itu saja. Kalau memang serius bekerja harusnya masalah tersebut tidak muncul lagi di reses berikutnya. Tapi kenyataannya setiap kali reses masalah pupuk, air, jalan rusak terus saja muncul,” keluhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Singapura kota dengan transportasi umum terbaik dunia versi Oliver Wyman Forum 2024. Jakarta peringkat 28. Simak daftar 10 kota terbaik dan posisi Indonesia.
Timnas voli putri Indonesia kalah 0-3 dari Thailand di AVC 2026. Ini kekalahan pertama Garuda Pertiwi dari tiga laga. Simak jalannya pertandingan. (
Mahasiswa Unsoed menggelar aksi dan mendesak reformasi kampus setelah kasus dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru.
BPS mencatat 59,6 persen pekerja Indonesia yang bekerja ke luar negeri dalam lima tahun terakhir berpendidikan SMA ke bawah.
HP modern umumnya aman dicas dengan charger laptop USB-C 65W atau 100W. Simak cara kerja USB-PD dan tips memilih charger yang aman.