USAHA KECIL DI JOGJA : UMKM Jadi Penopang Ekonomi Saat Krisis

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Selasa, 25 Agustus 2015 21:20 WIB
USAHA KECIL DI JOGJA : UMKM Jadi Penopang Ekonomi Saat Krisis

01-Rmt-BISNIS14MEBEL BISNIS/RAHMATULLAH KEGIATAN USAHA POTENSIAL: Seorang pekerja menyelesaikan pembuatan kursi jati di Jakarta, Senin (01/11). Pemerintah harus menetapkan prioritas kegiatan usaha potensial yang bersifat strategis di sektor usaha kecil menengah (UKM) guna mempercepat terjadinya kenaikan kelas dari usaha kecil menjadi menengah sampai menjadi usaha besar.

Usaha kecil di Jogja terbukti menjadi penopang ekonomi saat krisis

Harianjogja.com, JOGJA- Pondasi ekonomi di DIY yang ditopang sektor usaha mikro kecil dan menengah ((UMKM) dinilai sangat kuat. Kondisi tersebut yang menyebabkan perekonomian di DIY masih berjalan baik.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY Hilman Trisnawan mengatakan, ?meski secara nasional terjadi perlambatan ekonomi dan nilai tukar rupiah tertekan oleh mata uang dolar, namun kondisi perekonomian di DIY masih dinilai baik.

BI DIY mencatat, jika pada triwulan pertama 2015 ekonomi DIY hanya tumbuh 4,20% tiga bulan setelahnya kondisi ekonomi DIY mengalami pertumbuhan sebesar 5,18%. Artinya, selama semester pertama tahun ini perekonomian DIY yang ditopang UMKM mampu menumbuhkan ekonomi DIY.

BI optimistis selama semester kedua 2015 perekonomian di DIY terus mengalami pertumbuhan. "Ini dikarenakan pondasi ekonomi di DIY cukup kuat. Sejak dulu,? 80% UMKM dengan beragam produknya, mampu menjadi sektor penyangga utama perekonomian DIY. Persoalan yang saat ini terjadi hampir tidak berpengaruh bagi ekonomi DIY," kata Hilman kepada Harian Jogja, Senin (24/8/2015).

?Dia menjelaskan, BI memproduksi pada triwulan ketiga ekonomi DIY tumbuh 5,35% dan triwulan keempat mendatang pertumbuhan ekonominya mencapai 5,40%. Dia sangat yakin sampai akhir tahun nanti, pertumbuhan ekonomi DIY diprediksi tumbuh 5,04%. Proyeksi pertumbuhan tersebut, kata Hilman, tidak jauh dari prediksi pertumbuhan rata-rata nasional.

Dia mengatakan, keberadaan ekonomi kreatif di DIY memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Jika itu dilakukan, maka akan dapat menggerakkan roda perekonomian di DIY. Hanya saja, kondisi tersebut dapat terwujud jika pemerintah bisa membantu meningkatkan produksi hingga pemasaran produk-produk UMKM. ?

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online