Layanan Adminduk Makin Mudah, Gunungkidul Genjot Tertib Administrasi
Gunungkidul mendorong tertib adminduk melalui layanan online, jemput bola, penghargaan Pelanduk, dan perhatian bagi kelompok rentan.
Pilkada Gunugkidul udah masuk tahap kampanye tetapi masih adem ayem tanpa konvoi knalpot blombongan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Masyarakat berharap agar KPU terus melakukan sosialisasi tentang tahapan penyelenggaraan pilkada. Untuk saat ini, sosialiasi sudah mulai dilakukan hanya saja butuh pendalaman sehingga bisa menggerakan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember nanti.
Salah seorang warga Desa Kepek, Wonosari, Ervan Bambang Dermanto mengakui gaung pilkada saat ini masih kurang. Kendati demikian, ia menilai sosialiasi sudah dalam jalur yang tepat, namun masih butuh pendalaman lagi.
"Sudah baik, tapi masih butuh digencarkan lagi. Utamanya mengenai calon lengkap dengan visi misi yang dimiliki," kata Ervan kepada Harian Jogja, Senin (28/9/2015).
Menurut dia, pelaksanaan pilkada saat ini berbeda denga pemilihan di tahun lalu. Saat itu, baik khususnya pemilihan didominasi dengan model kampanye yang mengerahkan massa yang banyak, tapi untuk saat ini, kampanye lebih banyak dilakukan dengan dialog dan tatap muka.
"Saat ini belum terlihat hiruk pikuk kendaraan lengkap dengan suara knalpot dalam berkampanye. Memang agak janggal, tapi kondisi ini lebih menenteramkan," aku dia.
Sementara itu, Maharsi Krisna Sanjaya, warga Dusun Ringinsari, Wonosari Kecamatan Wonosari mengaku sudah mengetahui siapa saja yang akan bertarung untuk menjadi pemimpin di Gunungkidul untuk lima tahun ke depan. Hanya saja, ia belum tahu mengenai visi misi yang dimiliki keempat pasangan itu.
"Kalau calonnya sudah tahu dari gambar-gambar atau spanduk yang dipasang. Tapi untuk, bisa menentukan pilihan belum bisa, karena saya masih belum paham terkait dengan visi misi pasangan," ujar Krisna.
Dia pun berharap, agar KPU selaku penyelenggara terus bisa melakukan sosialisasi. Menurutnya, ini penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang seluk beluk pilkada lengkap dengan calon maupun visi misi yang dimiliki masing-masing pasangan.
"Saya kira, masyarakat di luar sana masih banyak yang belum tahu. Jadi sosialisasi harus terus dilakukan agar masyarakat lebih mantap dalam menentukan pilihan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendorong tertib adminduk melalui layanan online, jemput bola, penghargaan Pelanduk, dan perhatian bagi kelompok rentan.
Disdikpora DIY memanggil Kepala SMAN 1 Sentolo untuk mendalami kasus pelecehan siswa. Satpam yang terlibat telah diganti personel.
Pemkab Gunungkidul melarang pendukung calon lurah menutup jalan selama kampanye Pilur. Sebanyak 630 personel TNI-Polri disiapkan.
Lima fitur aksesibilitas iPhone seperti Back Tap, AssistiveTouch, Reduce Motion, Sound Recognition, dan Background Sounds bisa membantu penggunaan sehari-hari.
Bahlil Lahadalia menyebut parliamentary threshold ideal berada di angka 5%, meski pembahasan lintas partai belum menghasilkan keputusan final.
Sebanyak 413 siswa, guru, dan karyawan SMKN 2 Jogja mengalami mual hingga diare usai menyantap MBG. Penyebab masih diselidiki.