Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Pedagang merapikan durian jualannya di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (8/3/2014). Memasuki musim durian sejumlah pedagang durian menjamur di Makassar. Durian yang didatangkan dari luar daerah tersebut dijual Rp5.000 hingga Rp50.000 per buah. (JIBI/Solopos/Antara/Yusran Uccang)
Wisata Gunungkidul di Kebun Buah Nglanggeran diperkirakan baru akan bisa dipanen mulai 2018
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Kelompok Tani Kumpul Makaryo di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk terus melakukan perawatan kebun buah seluas 18 hektare.
Diprediksi jerih payah ini baru bisa dipetik pada 2018 mendatang. Untuk itu, para petani diharapkan terus tekun dan tidak putus asa dalam upaya pemeliharaan.
Ketua Kelompok Tani Kumpul Makaryo Hadi Purwanto mengatakan, keberadaan embung Nglanggeran memberikan banyak manfaat. Selain destinasi wisata, embung itu juga bisa dijadikan untuk menopang kebun buah seluah 18 ha di kawasan tersebut.
“Kalau musim hujan, pasokan air tidak menjadi masalah. Tapi kalau musim kemarau, air di embung bisa dimanfaatkan untuk mengairi tanaman buah miliki petani,” kata Hadi kepada awak media, Minggu (15/11/2015).
Dia menjelaskan, kebun buah yang diresmikan Gubernur DIY Sri Sultan HB X ini terdiri dari dua macam buah. Rinciannya area seluas dua hektare ditanami kelengkeng dan sisanya kebun seluas 16 ha difokuskan untuk ditanami durian.
“Saat ini masih dalam perawatan. Memang ada sudah yang berbuah, tapi belum bisa dipetik. Malahan untuk sementara, buah yang ada harus dipotong agar pohon tumbuh maksimal,” ujarnya.
Hadi memprediksi, kebun buah baru bisa dinikmati pada 2018 mendatang. Harapannya keberadaan kebun ini bisa mendukung pertumbuhan pariwisata di Nglanggeran yang saat ini sudah menjadi destinasi wisata unggulan di Kecamatan Patuk.
“Masih dalam proses pemeliharaan. Jika sudah berbuah nanti, saya yakin tingkat kunjungan akan semakin meningkat,” tutur dia.
Lebih jauh dikatakan Hadi, untuk menjaga kebun buah tumbuh dengan maksimal, upaya pemeliharaan di bagi menjadi empat zona, yakni barat, timur, utara dan selatan. Setiap harinya ada 17 orang yang bertugas menjaga dan merawat ratusan pohon buah tersebut.
“Di sini juga saya tekankan, jika tidak ada pohon yang mati. Memang di sekitar tulisan kebun buah [sisi barat kebun buah] tidak ditanami karena untuk menjaga kelestarian di sekitar embung,” kata Hadi lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Harga emas Pegadaian Kamis 24 September 2026: Galeri24 Rp2,545 juta, Antam Rp2,645 juta, UBS Rp2,57 juta per gram.
Sjamsul Kahar, tokoh pers Aceh dan pendiri Serambi Indonesia, meninggal dunia. Ia dikenal sebagai wartawan senior dan ayah Nezar Patria.
Kemdiktisaintek masih menghitung skema kuliah gratis hingga perguruan tinggi. Penerapan serentak atau bertahap belum final.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp104.850 per kg berdasarkan PIHPS 24 September 2026. Simak harga pangan pokok lainnya.
Diduga dijaminkan tanpa izin ahli waris, sertifikat tanah warga Karangsari menjadi sengketa hingga Lurah dan dua Direktur BUMDes digugat ke PN Wates.