CANDI RATU BOKO : Benda Mencurigakan di Sumur Diduga Batu Ritual

Sunartono
Sunartono Jum'at, 11 Desember 2015 20:20 WIB
CANDI RATU BOKO : Benda Mencurigakan di Sumur Diduga Batu Ritual

Petugas Polsek Prambanan menunjukkan barang temuan dari dalam sumur suci Candi Ratu Boko, Jumat (11/12/2015). (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)

Candi Ratu Boko di Sleman dihebohkan dengan penemuan benda mencurigakan di area sumur suci

Harianjogja.com, SLEMAN- Benda mencurigakan yang ditemukan di area sumur suci Candi Ratu Boko diduga batu untuk terapi atau ritual. (Baca juga : http://solopos.com/2015/12/11/candi-ratu-boko-benda-mencurigakan-ditemukan-di-sumur-dikira-ranjau-669914" target="_blank">CANDI RATU BOKO : Benda Mencurigakan Ditemukan di Sumur, Dikira Ranjau)

Dilihat secara dekat, benda itu terbuat dari serbuk kaca sehingga logam dan bebatuan di dalamnya sangat tampak. Berbentuk menyerupai mangkok tanpa cekungan yang bisa didudukkan sekaligus diinjak menyerupai ranjau. Di dalamnya terlihat ada mur baut, paku, kabel dan logam lainnya serta beberapa batuan mirip akik.

Kapolsek Prambanan Kompol Yurianto menjelaskan dari hasil penyelidikan dan referensi lain, barang itu diduga merupakan batu orgonite yang biasa dipakai untuk terapi.

Dugaannya ada orang yang dengan sengaja memasukkan ke dalam sumur suci untuk ritual. Petugas pemelihara terakhir kali menguras sumur itu pada 2013. "Ketika itu tidak ditemukan barang-barang ini," ujarnya, Jumat (11/12/2015).

Kepala Sub Detasemen Gegana Satbrimob Polda DIY AKP Suripto menegaskan, hasil pemeriksaan Tim Jibom tidak ditemukan adanya bahan peledak di dalam benda itu. Ia mengakui memang ditemukan paku, baut dan uang logam namun itu bukan bom. Senada dengan Yuri, ia menduga benda tersebut sengaja dimasukkan ke sumur untuk ritual.

"Tidak ada hubunganya dengan handak maupun bom, tidak memenuhi unsur. Itu cairan kaca yang membungkus benda tersebut," tegasnya.

Terpisah Kepala Seksi Perlindungan Pengembangan dan Pelestarian BPCB DIY, Wahyu Astuti menyatakan pihaknya sudah meneliti temuan itu dan hasilnya bukan termasuk cagar budaya.

Ia turut menduga ada pengunjung yang sengaja memasukkan benda-benda itu ke sumur untuk ritual. "Atau untuk apa, ya kami kurang tahu mengapa dimasukkan," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online