WALIKOTA JOGJA DILAPORKAN : Hubungan Warga dan Sekolah Dianggap Sudah Membaik, tapi Masih Perlu Musyawarah

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Senin, 11 Januari 2016 17:55 WIB
WALIKOTA JOGJA DILAPORKAN : Hubungan Warga dan Sekolah Dianggap Sudah Membaik, tapi Masih Perlu Musyawarah

Tiga pedagang jajanan di depan MTs Muhammadiyah Karangkajen kampus 1 yang ada di depan Perumahan Green House, RW 23 Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Jogja, Senin (4/1/2016). (Joko Nugroho/JIBI/Harian Jogja)

Walikota Jogja dilaporkan atas kasus perusakan pagar, namun warga menarik laporan tersebut

Harianjogja.com, JOGJA- Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Jogja, Akhid Widi Rahmanto mengklaim hubungan warga perumahan Green House Jogja dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah Karangkajen sudah terjalin baik, sebagai dampak kasus perusakan pagar perumahan untuk akses masuk ke sekolah tersebut.

(Baca juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/01/11/walikota-jogja-dilaporkan-warga-green-house-cabut-laporan-tentang-walikota-atas-kasus-perusakan-679607" target="_blank">WALIKOTA JOGJA DILAPORKAN : Warga Green House Cabut Laporan Tentang Walikota atas Kasus Perusakan)

Namun pihaknya masih perlu bermusyawarah kembali agar warga perumahan tidak merasa dirugikan, dan MTs Muhammadiyah Karangkajen juga dapat akases jalan.

"Nanti kami rembuk lagi, harapannya persoalan ini tidak berkepanjangan," kata Akhid, usai pertemuan dengan Walikota Jogja, di Balaikota Jogja, Senin (11/1/2016).

Ketua RW 23 Wikan Danardono mengungkapkan pengurus RT dan RW perumahan Green House Jogja berencana mencabut laporan walikota Jogja di Polda DIY atas kasus dugaan tindak pidana perusakan pagar di Kampung Brontokusuman, Mergangsan, Jogja

Sementara Walikota Jogja Haryadi Suyuti menyatakan pertemuan warga Green House dan pihak sekolah murni atas inisiatif warga yang berupaya menjaga ketenangan dan ketentraman. Ia mengapresiasi langkah yang dilakukan warga dan pihak MTs Muhammadiyah Karangkajen.

Haryadi mengklaim warga memahami langkah yang dilakukannya membongkar pagar seluas pintu gerbang sebagai langkah darurat agar siswa bisa masuk sekolah. Selanjutnya Haryadi menyatakan dirinya akan terus memantau proses rekonsiliasi antara warga dan pihak sekolah.

"Akhir Januari saya akan lihat perkembangannya. Saya harap lebih cepat lebih baik," tandas Haryadi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online