Gusti Prabu Kembali Pimpin PMI DIY, Ini Fokus 5 Tahun ke Depan
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Salah seorang warga tengah melintas di area peruntukan kawasan industri, Dusun Banyakan II, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kamis (21/5/2015) siang. (JIBI/Harian Jogja/Arief Junianto)
Kawasan Industri Sleman terkendala lahan
Harianjogja.com, SLEMAN– Pengembangan kawasan industri di Sleman mengalami kendala lahan. Sebagai daerah penyangga di DIY, luas lahan yang tersedia tidak memadai untuk membangun kawasan industri khusus.
Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Sleman, Purwatno Widodo menjelaskan, penyediaan kawasan industri khusus seperti di kabupaten lainnya di DIY tidak bisa dilakukan.
Kendala utamanya adalah masalah lahan cukup luas. “Untuk jadi kawasan industri, perlu lahan minimal seluas 50 hektar. Itu tidak memungkinkan berdiri di Sleman,” kata Purwatno, Rabu (17/2/2016).
Hingga kini, Sleman menjadi daerah penyangga bagi daerah lain yang secara geografis berada di bawahnya. Kondisi tersebut tidak memungkinkan Sleman mempunyai kawasan industri besar yang sebenarnya secara ekonomis mampu meningkatkan pertumbuhan investasi dan penyerapan tenaga kerja.
Di sisi lain, lahan yang ada saat ini masih menjadi milik penduduk. Jika pemerintah mengadakan pembebasan lahan untuk kawasan industri, biaya yang dikeluarkan sangat tinggi.
Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah pengusaha industri yang ingin berinvestasi, beralih ke tempat lain. Selain keterbatasan lahan, Sleman merupakan wilayah serapan air untuk DIY sehingga pembangunan industri di Sleman memang dibatasi. Kondisi tersebut berbeda dengan kawasan industri di Piyungan, Bantul dan Sentolo, Kulonprogo.
“Tetapi sejumlah investasi masih bisa masuk ke Sleman. Kami masih terbuka untuk industri ramah lingkungan dan padat karya,” tandasnya.
Untuk menarik minat investor, dia menerangkan, Pemkab menyediakan kawasan peruntukan industri. Antara lain meliputi Kecamatan Gamping, Berbah, dan Sleman. Pihaknya menargetkan pertumbuhan industri tiga persen setiap tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
DPRD DIY menilai ketahanan pangan harus diukur dari kesejahteraan petani, didukung irigasi, alat pertanian, pupuk, dan regenerasi petani.
Harga sejumlah kebutuhan pokok di Banyumas naik. Cabai rawit merah mencapai Rp75.000 per kg, sementara daging sapi Rp180.000 per kg.
Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut mewarnai suasana Alun-Alun Demak.
PSS Sleman membidik tiga poin saat menjamu Madura United di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (12/9/2026), setelah kalah dari Bali.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan masyarakat dapat menyaksikan secara langsung pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026