Harga BBM Naik, Bus Sekolah Gunungkidul Pangkas Layanan
Kenaikan BBM non subsidi bikin layanan bus sekolah Gunungkidul dipangkas. Dishub hanya operasikan layanan pagi hari.
Ilustrasi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). (JIBI/Solopos/Antara/Dewi Fajriani)
Kartu Indonesia Sehat di Gunungkidul dikeluhkan, warga pemegang kartu merasa tidak dilayani dengan baik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Gunungkidul Bambang Sukemi meminta kepada masyarakat untuk melaporkan secara resmi terkait keluhan pelayanan dalam penggunaan kartu jaminan sosial.
(Baca juga : KARTU INDONESIA SEHAT : KIS Tak Berfungsi, Warga Gunungkidul Pilih Pengobatan Alternatif)
Laporan ini dibutuhkan untuk memperbaiki kualitas pelayanan yang diberikan kepada warga penerima manfaat.
“Silahkan laporkan ke Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana [BPMPKB] selaku badan yang ditugaskan untuk menerima aduan dari masyarakat,” kata Bambang, Kamis (25/2/2016).
Mengenai keluhan yang dirasakan oleh Sri Mumpuni, warga pemegang Kartu Indonesia Sehat ada Dusun Gelaran, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen, Bambang mengaku belum menerima laporan tersebut. Namun, ia berjanji akan melakukan penelusuran penyebab pemegang kartu tidak bisa mendapatkan pelayanan dengan baik.
“Sebenarnya itu sudah prosedur dalam pelayanan, tapi akan coba ditelusuri sebagai catatan untuk perbaikan pelayanan,” ungkapnya.
Meski demikian, Bambang memberikan catatan, tindak lanjut dari pelaporan akan diverifikasi terlebih dahulu untuk mencari kebenaran di lapangan seperti apa. Upaya itu dianggap penting, dengan harapan tidak ada yang merasa dirugikan atas laporan tersebut. “Kalau resmi bisa ditelusuri dengan benar, sehingga penyelesaiannya bisa lebih mudah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Dinas Kesehatan Gunungkidul Abdul Aziz menegaskan, setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti. Jika memang keluhan dari masyarakat itu benar, maka akan dilaporkan ke BPJS untuk dilakukan penindakan.
“Prosedurnya laporan diterima akan diverifikasi, jika benar akan disampaikan ke BPJS. Saya yakin, setelah ini mereka akan menegur ke rumah sakit yang bersangkutan agar memberikan pelayanan sesuai standar yang telah ditentukan,” katanya.
Azis menambahkan, tidak semua aduan yang diterima dapat diproses, karena hal tersebut sangat bergantung dengan kebenaran di lapangan. Jika memang laporan itu, tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan karena penanganan yang dilakukan sesuai dengan SOP, maka hal tersebut tidak bisa diteruskan.
“Selama ini banyak kasus aduan yang kami tangani. Hasilnya ada yang membuktikan terjadinya kecurangan baik itu yang dilakukan rumah sakit atau pun masyarakat mengenai standarisasi dalam pelayanan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Salah seorang warga Dusun Gelaran, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen Sri Mumpuni mengaku kecewa karena Kartu Indonesia Sehat (KIS) miliknya tidak bisa digunakan untuk berobat suaminya yang mengalami patah kaki.
Dia menjelaskan, untuk prosedur penggunaan KIS juga sudah dilalui benar, mulai dari rujukan dari puskesmas hingga RSUD Wonosari telah dilakukan. Namun hasilnya tidak sesuai harapan karena merasa tidak dilayani dengan baik oleh rumah sakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenaikan BBM non subsidi bikin layanan bus sekolah Gunungkidul dipangkas. Dishub hanya operasikan layanan pagi hari.
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Senin 18 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Program UKDW Scholarship membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini 18 Mei 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback.