NELAYAN GUNUNGKIDUL : Kesadaran Kenakan Jaket Pelampung Saat di Pesawat Masih Minim

David Kurniawan
David Kurniawan Kamis, 03 Maret 2016 01:20 WIB
NELAYAN GUNUNGKIDUL : Kesadaran Kenakan Jaket Pelampung Saat di Pesawat Masih Minim

Perahu nelayan yang terbalik di laut Selatan Girisubo Gunungkidul. (Istimewa)

Nelayan Gunungkidul dilindingi dalam UUD 1945.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kesadaran nelayan menggunakan jaket pelampung masih minim. Padahal alat keamanan itu sangat berguna untuk keselamatan saat terjadi sesuatu hal saat melaut.

Ketiadaan alat pelampung itu telah memberikan bukti. Sebuah kapal jukung milik nelayan terbalik di perairan Sadeng, Desa Songbanyu, Girisubo pada Selasa (2/3/2016) sekitar pukul 07.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun ketiga penumpang Wamin,65, Tomi,41, Nur Warik,34 nyaris tenggelam karena diterjang ombak.

Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, kemarin, peristiwa nahas tersebut terjadi saat ketiga nelayan mencari lobster di sekitar Pantai Ngrongkok (sebelah barat Pantai Sadeng). Untungnya kejadian itu diketahui oleh Santoso, warga Dusun Wonontoro, Desa Pucung, yang kebetulan berada di atas tebing di sekitar lokasi.

Melihat kejadian itu, Santoso akhirnya melaporkan ke petugas SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul, dengan harapan ketiga nelayan segera mendapatkan pertolongan. “Saya kaget karena melihat perahu nelayan terbalik. Saya pun langsung menghubungi Petugas SAR di Sadeng,” katanya kepada wartawan, Selasa kemarin.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online