KANTONG PLASTIK BERBAYAR : Saatnya UKM Paper Bag Mengambil Peran

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jum'at, 04 Maret 2016 21:55 WIB
KANTONG PLASTIK BERBAYAR : Saatnya UKM Paper Bag Mengambil Peran

KURANGI PENGGUNAAN TAS PLASTIK Sejumlah aktivis mendaur ulang kaos bekas menjadi tas belanja ketika kampanye Earth Hour Indonesia di Jakarta, Minggu (23/2). Aksi tersebut dilakukan untuk mengimbau masyarakat agar mengurangi penggunaan plastik demi kelestarian lingkungan. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Kantong plastik berbayar membawa keuntungan bagi UKM lokal

Harianjogja.com, SLEMAN– Penerapan imbauan kantong plastik berbayar menjadi celah bagi unit usaha kecil menengah (UKM) produksi paper bag untuk mengambil peran.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindakop) Sleman, Pustopo menilai posistif kebijakan plastik berbayar itu. Meskipun sifatnya hanya imbauan, kebijakan itu memberikan peluang bagi UKM untuk memproduksi paper bag.

"Ini peluang besar untuk UKM pembuat kantong kertas yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya, Jumat (4/3/2016).

Menurutnya, paper bag merupakan media pengganti kantong plastik yang disarankan. Maka itu, saat kebijakan kantong plastik berbayar diterapkan, kebutuhan terhadap paper bag diperkirakan akan naik. Pustopo berencana akan mengumpulkan pengusaha-pengusaha paper bag.

Saat ini, sambung Pustopo, ada beberapa produsen paper bag yang beroperasi di wilayah Sleman. Mereka tersebar di Kecamatan Gamping dan Condongcatur Kecamatan Depok.

"Mereka nantinya akan diberi pembinaan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi. Misalnya, memberikan inovasi pembuatan paper bag yang menarik dan memenuhi standar penggunaan," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online