BPBD Gunungkidul Siapkan Perpanjangan Status Siaga Kekeringan
BPBD Gunungkidul menyiapkan perpanjangan status siaga kekeringan hingga akhir November dan mengajukan 5.000 tangki air bersih.
Penemuan mayat di daerah Rongkop Gunungkidul.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Nasib nahas dialami Khuswatun Khasanah,30, dan anaknya Aditya Aqila Prasetya,6. Keduanya ditemukan tewas tenggelam di Telaga Dusun Karangwuni, Karangwuni, Rongkop, Sabtu (16/4/2016) siang.
Kepala Polsek Rongkop AKP Sunarto menjelaskan, untuk proses evakuasi melibatkan petugas SAR yang dibantu dengan petugas kepolisian. Proses pencarian ini dilakukan dengan jalan menyelami hingga ke dasar ke telaga.
“Jasad pertama atas nama Aditya ditemukan sekitar pukul 14.30 WIB [Sabtu, kemarin]. Sedang sang ibu ditemukan sekitar tiga puluh menit berselang,” ungkapnya, Minggu (17/4/2016)
Ditambahkannya untuk memastikan kematian keduanya, jenazah sempat dibawa ke Puskesmas Rongkop. Dari hasil indetifikasi medis dipastikan keduanya meninggal karena kecelakaan.
Sunarto berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama dan jangan sampai terulang kembali. Oleh karenanya, para orang tua diminta waspada dan kalau diperlukan melarang anak-anaknya bermain di sekitar telaga.
“Telaga merupakan tempat umum dan siapa saja bisa ke sana. Kami minta orang tua untuk terus mengawasi dan jangan sampai anaknya bermain ke sana karena bisa berbahaya,” tutur Sunarto.
Sementara itu, Panit Humas Polres Gunungkidul Iptu Nadino membenarkan adanya ibu dan anak yang tenggelam di Desa Karangwuni, Rongkop. Dia pun berharap agar para orang tua lebih seksama dalam mengawasi anak, karena kejadian yang menimpa Khuswatun dan Aditya bisa menimpa siapa saja.
Terlebih lagi, kata Nagdino, di Gunungkidul terdapat ratusan telaga, di mana saat sekarang airnya penuh karena hujan.
“Jangan biarkan anak bermain sendirian di dekat telaga karena harus ditemani. Tapi untuk lebih amannya, kalau perlu anak dilarang bermain di dekat telaga,” kata Ngadino.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul menyiapkan perpanjangan status siaga kekeringan hingga akhir November dan mengajukan 5.000 tangki air bersih.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Senin 7 September 2026 tersedia ke sejumlah tujuan. Tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 berlaku hingga September.
Raperda RTRW Gunungkidul disepakati DPRD dan bupati untuk ditetapkan menjadi perda. Regulasi baru diharapkan mendorong investasi yang taat aturan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 7 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jadwal lengkap Yogyakarta-Palur dan tarif KRL Rp8.000.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 7 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap dari pagi hingga malam.
Bandara Soekarno-Hatta ditutup hingga 08.59 WIB, Senin 7 September 2026, imbas erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik.