Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Kecelakaan laut terjadi di Baron.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Setidaknya dua pengunjung di Pantai Baron, Desa Kemadang, Tanjungsari Wulan Dewi,22 warga Boyolali, Jawa Tengah dan Muhammad Rino,21, warga Kuningan, Cirebon, Jawa Barat nyaris menjadi korban keganasan ombak pantai selatan, Selasa (19/4/2016) sekitar pukul 17.30 WIB. Keduanya berhasil diselamatkan Petugas SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul setelah terseret ombak saat bermain di pantai.
Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, kemarin, kejadian ini bermula saat keduanya sedang asyik bermain di Pantai Baron. Tiba-tiba dari arah laut muncul ombak besar dan menggulung keduanya hingga terseret ke tengah. Dari penelusuran petugas SAR, diketahui korban Wulan Dewi merupakan mahasiswa asal UNS Surakarta, sedang Muhammad Rino merupakan mahasiswa IAIN Salatiga.
“Dugaan kami keduanya merupakan sepasang kekasih karena saat kejadian mereka bermain berdua,” kata Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Surisdiyanto saat dihubungi Harianjogja.com melalui pesan BBM, Selasa (19/4/2016).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.