Dua Atlet Menembak Gunungkidul Bidik Tiket Olimpiade 2028
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Embung Gunung Panggung, Desa Tambakromo, Ponjong, Rabu (27/4/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Tempat rawan mesum di Gunungkidul yakni di Embung Gunung Panggung
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Embung Gunung Panggung Kecamatan Ponjong disinyalir menjadi lokasi rawan mesum. Keberadaan embung dengan akses yang cukup sulit membuat dugaan tersebut makin menguat. Terlebih lagi kebanyakan yang berkunjung ke lokasi itu merupakan pasangan muda mudi.
Pengakuan ini salah satunya diungkapkan oleh Suparni, salah seorang warga yang sering mencari rumput tidak jauh dari lokasi embung. Dia mengakui, kebanyakan yang datang merupakan pasangan berlawanan jenis. “Dari bawah sudah banyak yang bergandengan tangan,” katanya, Rabu (27/4/2016).
Menurut Suparni, kondisi itu terjadi karena lokasi embung relatif sepi. Selain itu, ketiadaan orang yang mengawasi mebuat pengunjung bebas melakukan apa saja.
“Petani pun tidak berani mengingatkan. Memang belum ada yang sampai tertangkap basah, tapi sudah banyak yang menunjukan perilaku yang kurang baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Psikolog Efnie Indrianie menjelaskan empat perubahan yang bisa menjadi tanda masalah kesehatan mental dan kapan seseorang perlu mencari bantuan.
Devin/Faathir menjalani ujian baru di Denmark Open 2026 level Super 750. PBSI berharap pasangan muda Indonesia tampil maksimal.
Hasil drawing IBL All Indonesian 2026 menempatkan Satria Muda di Grup A dan Dewa United di Grup B. Turnamen berlangsung 24 Oktober–1 November.
DPR meminta TNI mengusut tuntas dugaan operasional judi online di rumah dinas KPAD Cijantung. Sebanyak 11 warga sipil dan 32 komputer diamankan.
AESI menilai PLTS 100 GWp perlu memperkuat ketahanan energi dan inklusi sosial, termasuk memperluas akses listrik bagi desa terpencil.