Dua Atlet Menembak Gunungkidul Bidik Tiket Olimpiade 2028
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
EKTP Gunungkidul masih menyisakan 67.000 warga yang belum melakukan perekaman
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Sedikitnya 67.010 penduduk Gunungkidul belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil pun rutin melakukan pendataan dengan sistem jemput bola. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perekaman tersebut.
Kepala Disdukcapil Gunungkidul Eko Subiyantoro mengatakan, berdasarkan data kependudukan di semester kedua 2015, jumlah penduduk yang wajib memiliki KTP elektronik ada 630.373 jiwa.
Sayangnya dari jumlah ini baru ada 563.363 penduduk yang melakukan perekaman data tersebut. “Masih ada sekitar 67 ribuan warga yang belum melakukan perekaman akibatnya, mereka belum memiliki KTP elektronik,” kata Eko kepada wartawan, Senin (9/5/2016).
Dia menjelaskan ada beberapa faktor yang membuat warga belum melakukan perekaman. Adapun faktor tersebut antara lain, domisili penduduk yang berada di luar daerah, para lansia hingga orang yang sedang mengalami sakit keras.
Oleh karenanya, untuk mempercepat proses perekaman itu disdukcapil melakukan sistem jemput bola. Warga yang sekiranya tidak bisa datang ke kantor kecamatan atau kabupaten bisa mendapatkan pelayanan perekaman di rumah masing-masing. Namun dengan catatan, harus ada jumlah pasti berapa warga yang akan dilakukan perekaman di desa tertentu.
“Kita koordinasikan dengan pihak desa untuk dikoordinir. Jika jumlahnya sudah pasti maka kami akan terjunkan petugas ke lapangan,” kata mantan Sekretaris DPRD itu.
Ditambahkannya, bagi warga yang belum melakukan perekaman diharapkan segera melakukan pengurusan. Berdasarkan aturan dari pusat, mulai 31 Desember 2015, KTP konvensional sudah tidak berlaku lagi dan untuk bukti identitas diri harus menggunakan KTP elektronik.
Terpisah, Kepala Bidang Data dan Informasi Dindukcapil Gunungkidul, Sri Sumiyati mengatakan, sistem jemput bola yang diterapkan juga memungkinkan dilakukan dari pintu ke pintu. Harapannya upaya ini bisa meningkatkan jumlah penduduk yang melakukan perekaman KTP elektronik.
"Rata-rata mereka yang mengakses program ini merupakan warga yang kondisinya sudah tua dan sakit keras," ujar Sri Sumiyati.
Dia menjelaskan, untuk memperlancar proses pencetakan KTP elektronik disdukcapil sudah menyediakan blangko sebanyak 17.000 keping. Cadangan ini selain mencetak proses secara umum, juga sebagai bahan persediaan bagi pemilik KTP pemula dengan usia 17-18 tahun.
“Meski masih jauh dari jumlah warga yang belum melakukan perekaman, tapi jumlah itu masih mencukupi dalam proses pencetakan. Ke depannya, kami tetap akan mengajukan blangko ke pusat untuk memenuhi kebutuhan bagi seluruh warga di Gunungkidul,” kata Sumiyati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Jean-Paul van Gastel tetap bangga dengan perjuangan PSIM Jogja meski kalah 0-4 dari Persija. Ze Valente menyoroti perbedaan kualitas kedua tim.
Real Madrid menjamu Villarreal pada pekan kedelapan La Liga. Mourinho memburu kemenangan untuk menjaga persaingan di papan atas.
Cristiano Ronaldo terancam skorsing 1–6 bulan setelah meninggalkan pemusatan latihan Portugal. Pengakuannya berpeluang meringankan hukuman.
Sebanyak 34 atlet paralimpik serta 16 pelatih dan ofisial asal Jawa Tengah resmi menjadi bagian tulang punggung kontingen Indonesia di ajang Asian Para Games
Kirana Larasati membantah terlibat dalam dugaan penipuan investasi emas Rp25 miliar. Ia mengaku telah memutus kontrak dan siap kooperatif.