Dua Atlet Menembak Gunungkidul Bidik Tiket Olimpiade 2028
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga (Facebook)
Kekerasan Gunungkidul bisa terjadi karena tekanan psikologi dan adanya masalah sosial.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Psikiater Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari Ida Rochmawati menilai banyak faktor yang membuat sesorang mau melakukan kegiatan anti sosial.
Dari beberapa faktor ini dikerucutkan menjadi tiga faktor, meliputi biologi, psikologi dan adanya masalah sosial.
Dia menerangkan ketiga faktor ini salin memiliki kaitan. Secara biologi ada salah satu bagian otak yang memengaruhi perilaku. Bagian itu dikenal dengan cortek prefrontral dan berperan dalam nilai-nilai moral dan perilaku.
“Ketika sistem ini mengalami terganggu maka akan memberikan kontribusi pada gangguan emosi, pikiran dan perilaku,” kata Ida kepada Harianjogja.com, Sabtu (14/5/2016).
Dia menjelaskan, jika kondisi itu terus dibiarkan akan jadi semakin parah sehingga berdampak terhadap psikologi seseorang. Puncaknya para pelaku tidak lagi mengindahkan kaidah-kaidah atau norma yang berlaku.
“Mereka menganggap perilaku kejahatan bukan merupakan kesalahan sehingga bisa melakukan apa saja,” katanya
Ida menuturkan, dua faktor ini punya peranan, namun untuk pemicunya juga berasal dari faktor eksternal. Bisa saja, kondisi sosial di masyarakat berpengaruh sehingga menimbulkan krisis kepercayaan diri.
Akibatnya para pelaku cenderung tertutup dan memiliki sensivitas yang lebih. “Banyak sekali penyebabnya mulai dair krisis keteladanan hingga pengarus sensitivitas dari informasi yang berkembang,” katanya.
Ida menambahkan, masalah seperti ini sudah umum karena banyak contohnya. Sebenarnya orang yang menderita masalah tersebut bisa disembuhkan, namun dengan catatan mau berobat dan melakukan konsultasi kejiawaan. “Kalau dibiarkan akan bertindak diluar batas yang ada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Minggu 11 Oktober 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu, 11 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 11 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal lengkap dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 11 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 11 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.