Kemarau Panjang 2026, PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Pelayanan Samsat keliling di Kantor Kecamatan Temon, Kamis (12/11/2015). (Harian Jogja/Holy Kartika N.S)
Layanan Samsat Sleman di bus keliling belum bisa melayani STNK lima tahunan
Harianjogja.com, SLEMAN- Bus-bus keliling Samsat direncanakan bisa memberikan layanan perpanjangan surat tanda nomor kendaraan (STNK) lima tahunan. Sayangnya, masalah sumberdaya manusia masih menjadi kendala.
Kepala Kantor Pelayanan Pajak Daerah (KPPD) Provinsi DIY di Samsat Utama Sleman Rusmaji mengatakan, untuk mendekatkan pelayanan perpanjangan SIM ataupun STNK lima tahunan, pihaknya berencana mengoptimalkan keberadaan bus-bus Samsat.
"Tujuan utamanya untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan begitu, layanan yang diberikan bisa lebih efektif dan efesien," kata Rusmaji, Kamis (26/5/2016).
Saat ini, bus keliling Samsat Sleman memiliki lima unit. Rata-rata kelima bus keliling itu memberikan layanan bagi masyarakat di pinggiran Sleman. Seperti Godean, Minggir, Prambanan dan Cangkringan. Hal itu dilakukan agar masyarakat tidak berbondong-bondong mendatangi kantor Samsat Utama.
"Layanan bus kelilling itu belum bisa melayani STNK lima tahunan. Ke depan, kami akan melakukan inovasi itu agar lebih memudahkan masyarakat mengurusnya," kata dia.
Rusmaji menjelaskan, inovasi layanan Samsat di Sleman mulai dilakukan sejak 2014 lalu. KPPD DIY memberikan wewenang bagi Kantor Samsat Pembantu di Maguwoharjo untuk melayani STNK lima tahunan.
Dampaknya, kata dia, sangat positif. Jika sebelum 2014 masyarakat yang datang ke Samsat Utama sekitar 1800 per hari, jumlahnya saat ini berkurang hingga 50%.
"Itu karena masyarakat wilayah Timur Sleman memanfaatkan layanan di Samsat Pembantu Maguwoharjo," ujarnya.
Jika bus keliling bisa melayani STNK lima tahunan, hal itu akan mengurangi lagi jumlah masyarakat yang datang ke Samsat Utama. Saat ini, pihaknya memiliki 24 outlet online yang dapat diakses masyarakat. Salah satunya di Jogja City Mall.
"Dengan sistem jemput bola seperti ini, masyarakat bisa leluasa untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran pajaknya juga. Animonya juga tinggi," katanya.
Sayangnya rencana tersebut belum bisa diimplementasikan tahun ini. Alasan Rusmaji, layanan STNK lima tahunan di bus-bus Samsat masih terkendala sumber daya manusianya.
Satu bus terdiri dari 13 personel kepolisian, dua petugas bank (BPD DIY), dan lima petugas KPPD DIY serta satu petugas Jasa Raharja. "Tidak ada petugas yang mampu membaca kode di motor. Itu yang masih perlu disiapkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Monumen Paku Bumi mulai dibangun di Simpang Bayeman, Kota Magelang. Tingginya 15 meter dan ditargetkan rampung sebelum akhir 2026.
Sembilan bank sampah aktif tersebar di setiap RW Gunungketur, Pakualaman, untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
IHSG menguat 0,40 persen ke 6.462,43 saat pasar mencermati respons BI setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 bps.
Polresta Sleman menyiapkan gelar perkara dugaan kekerasan seksual terhadap anak untuk menentukan peningkatan kasus ke tahap penyidikan.
Warga Kalibawang mendukung rencana RSUD di utara Kulonprogo dan siap melepas lahan dengan syarat UGR wajar serta tenaga kerja lokal dilibatkan.