Pemkab Gunungkidul Siapkan Pemberhentian Lurah Bohol usai Putusan Inkrah
Pemkab Gunungkidul menyiapkan pemberhentian Lurah Bohol Margana setelah putusan korupsi inkrah. Pemkab masih menunggu salinan putusan kasasi MA.
Wisatawan yang berkunjung di Pantai Baru sudah bisa bermain- main kemali di pinggir pantai setelah kondisi ombak yang sudah stabil, Minggu (12/6/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Gelombang tinggi pantai selatan Gunungkidul sudah berakhir, nelayan mulai kembali mencari ikan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Kondisi laut selatan di wilayah Gunungkidul sudah mulai berangsur-angsur normal. Sebagai dampaknya beberapa nelayan sudah berani memulai aktivitas melaut untuk mencari ikan.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Surisdiyanto mengatakan, kondisi laut selatan sudah kembali normal. Gelombang tinggi yang sempat memporak-porandakan kawasan pesisir beberapa pekan terakhir sudah tidak terlihat lagi.
Kondisi laut pun landai dan membuat nelayan sudah kembali melaut. “Aman terkendali dan aktivitas sudah mulai normal seperti biasa,” kata Suris, Minggu (12/6/2016).
Meski ombak sudah landai, Suris meminta kepada nelayan maupun pengunjung kawasan pantai untuk tetap waspada. Dia menilai, kondisi laut yang sulit diprediksi dan cepatnya terjadi perubahan menjadi salah satu faktor penting kewaspadaan itu harus dilakukan.
“Kelihatannya memang tenang, tapi kalau tidak hati-hati bisa menjadi korban laka laut,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul Rujimanto. Menurut dia, baik nelayan maupun pedagang di kawasan pantai sudah beraktivitas seperti biasa. Kondisi ini tidak lepas dari keberadaan laut selatan yang sudah bersahabat lagi.
“Kita [nelayan] sudah mulai melaut, karena saya saat ini [kemarin] sudah mempersiapkan diri untuk menangkap ikan,” katanya.
Rujimanto mengakui gelombang tinggi yang terjadi beberapa hari lalu membuat nelayan menghentikan aktivitas mencari ikan. Bahkan akibat kejadian itu, ratusan bangunan yang ada di kawasan pantai rusak karena diterjang ombang.
“Kami juga sudah melakukan kerja bakti untuk membersihkan puing-puing bangunan yang rusak,” ujar dia.
Menurutnya, keberadaan gelombang tinggi merupakan hal yang biasa. Setiap tahunnya kondisi ini pasti terjadi dan bahkan tidak hanya sekali karena bisa terjadi beberapa kali. “Paling penting kita bisa mengambil hikmah dari peristiwa ini. Tapi yang jelas untuk saat ini nelayan sudah beraktivitas lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan pemberhentian Lurah Bohol Margana setelah putusan korupsi inkrah. Pemkab masih menunggu salinan putusan kasasi MA.
Gerhana Matahari Total terjadi 2 Agustus 2027. Simak daerah yang dilintasi, durasi totalitas, dan cara aman menyaksikan fenomena langit ini.
Jadwal bola malam ini, 12-13 Oktober 2026, menghadirkan Atalanta vs Venezia, Al-Nassr vs Neftchi Fargona, Coventry vs Newcastle, dan Levante vs Sevilla.
Sebanyak 36 narapidana berisiko tinggi dari Lapas Semarang dipindahkan ke empat lapas di Nusakambangan untuk memperkuat pengamanan dan pembinaan
Rock In Solo 2026 ditunda hingga 2027. Penyelenggara menyiapkan A Journey of Rock in Solo sebagai acara alternatif berskala lebih kecil.
BPPTKG menguji sirine EWS Kali Talang dan aplikasi Smart di Balerante, Klaten, untuk mendukung peringatan dini dan simulasi evakuasi Merapi.