KEKERASAN JOGJA : Anggota GPK Menyisir Pemukiman Sebagai Bentuk Spontanitas

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Kamis, 23 Juni 2016 07:20 WIB
KEKERASAN JOGJA : Anggota GPK Menyisir Pemukiman Sebagai Bentuk Spontanitas

Ilustrasi kekerasan (JIBI/Harian Jogja/Dok.)

Kekerasan Jogja kembali terjadi.

Harianjogja.com, JOGJA -- Kekerasan Jogja terus diinvestigasi. Dewan Pembina Gerakan Pemuda Kakbah (GPK) Kota Jogja atau organisasi sayap Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memberikan batas waktu dua hari kepada Kepolisian Resort Kota Jogja untuk menangkap pelaku pembacokan yang menewaskan Anoraga Elang Gajiya, 16.

Ketua Dewan Pembina GKP Kota Jogja, Muhammad Fuad Andreago  mengakui beberapa anggota GPK sempat menyisir pelaku pembacokan sampai pemukiman warga. Bahkan beberapa rumah warga terkena imbasnya. Menurut dia, kejadian itu spontanitas karena teman-teman korban tidak menemukan pelaku yang dicari.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/06/22/kekerasan-jogja-2x24-jam-polisi-tak-tangkap-pelaku-pembacokan-gpk-akan-bergerak-731607">KEKERASAN JOGJA : 2x24 Jam Polisi Tak Tangkap Pelaku Pembacokan, GPK Akan Bergerak)

Yang jelas, kata Fuad, pihanya sudah minta klarifikasi pada teman-teman korban bahwa korban tidak memiliki masalah dengan siapa pun. Beberapa saksi diakuinya, sempat melihat pelaku mengeluarkan senjata tajam sebelum terdengar kabar pembacokan.

Semua keterangan saksi yang mengarah pada pelaku pun sudah diserahkan pada polisi. Fuad meminta polisi bergerak cepat menangkap pelaku pembacokan tersebut. Ia khawatir kasus itu tidak terungkap seperti kejadian di Sleman beberapa waktu lalu yang korbannya juga simpatisan PPP.

Sebelumnya, Didin Bolawen juga meninggal dunia setelah dilempar bom molotov saat melintas di Jalan Kebonagung Mlati Sleman pada 17 April lalu. Saat itu Didin bersama temannya baru pulang dari acara Tabligh Akbar yang digelar PPP di Lapangan Mlati, Jalan Magelang, Sleman.

"Ini sudah kali kedua teman-teman simpatisan PPP merasakan duka sangat dalam. Kami berharap polisi serius memproses," ujar Fuad.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online