Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Ilustrasi kekerasan (JIBI/Harian Jogja/Dok.)
Kekerasan Jogja kembali terjadi.
Harianjogja.com, JOGJA -- Kekerasan Jogja terus diinvestigasi. Dewan Pembina Gerakan Pemuda Kakbah (GPK) Kota Jogja atau organisasi sayap Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memberikan batas waktu dua hari kepada Kepolisian Resort Kota Jogja untuk menangkap pelaku pembacokan yang menewaskan Anoraga Elang Gajiya, 16.
Ketua Dewan Pembina GKP Kota Jogja, Muhammad Fuad Andreago mengakui beberapa anggota GPK sempat menyisir pelaku pembacokan sampai pemukiman warga. Bahkan beberapa rumah warga terkena imbasnya. Menurut dia, kejadian itu spontanitas karena teman-teman korban tidak menemukan pelaku yang dicari.
(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/06/22/kekerasan-jogja-2x24-jam-polisi-tak-tangkap-pelaku-pembacokan-gpk-akan-bergerak-731607">KEKERASAN JOGJA : 2x24 Jam Polisi Tak Tangkap Pelaku Pembacokan, GPK Akan Bergerak)
Yang jelas, kata Fuad, pihanya sudah minta klarifikasi pada teman-teman korban bahwa korban tidak memiliki masalah dengan siapa pun. Beberapa saksi diakuinya, sempat melihat pelaku mengeluarkan senjata tajam sebelum terdengar kabar pembacokan.
Semua keterangan saksi yang mengarah pada pelaku pun sudah diserahkan pada polisi. Fuad meminta polisi bergerak cepat menangkap pelaku pembacokan tersebut. Ia khawatir kasus itu tidak terungkap seperti kejadian di Sleman beberapa waktu lalu yang korbannya juga simpatisan PPP.
Sebelumnya, Didin Bolawen juga meninggal dunia setelah dilempar bom molotov saat melintas di Jalan Kebonagung Mlati Sleman pada 17 April lalu. Saat itu Didin bersama temannya baru pulang dari acara Tabligh Akbar yang digelar PPP di Lapangan Mlati, Jalan Magelang, Sleman.
"Ini sudah kali kedua teman-teman simpatisan PPP merasakan duka sangat dalam. Kami berharap polisi serius memproses," ujar Fuad.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor